DPRD Kabupaten Bandung Berikan Catatan Khusus Bagi Pemkab Jelang Hari Jadi ke-383
DPRD Kabupaten Bandung memberikan beberapa catatan yang harus menjadi perhatian khusus Pemerintah Kabupaten Bandung, pada hari jadi Kabupaten Bandung ke 383.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN,Soreang- DPRD Kabupaten Bandung memberikan beberapa catatan yang harus menjadi perhatian khusus Pemerintah Kabupaten Bandung, pada Hari Jadi Kabupaten Bandung ke-383.
DPRD menyoroti beberapa hal yang dianggap krusial, diantaranya dibidang pendidikan, kesehatan, penanganan sampah, lingkungan dan berbagai permasalahan sosial lainnya.
Ketua DPRD Kabupaten Bandung, Sugianto mengatakan, kalau melihat usia hari jadi Kabupaten Bandung ke 383 ini, tentunya ada introspeksi. Berkaitan dengan proses pembangunan di pemerintahan Kabupaten Bandung.
“Memang harus dipahami bahwa pemerintahan ini terdiri dari eksekutif dan legislatif. Eksekutif dan legislatif menjalin sinergitas dalam pembangunan. Tentu masukan, kritik membangun, termasuk berbagai program pemerintah, kita juga bersama-sama,” kata Sugianto di Soreang, Rabu 17 April 2024.
Sehingga, kata Sugianto, momen hari jadi Kabupaten Bandung yang diperingati setiap 20 April ini, harus jadi momentum introspeksi. Baik itu DPRD maupun Pemerintah Kabupaten Bandung. Ini penting, untuk menata Kabupaten Bandung lebih baik lagi dimasa depan. Tentunya hal itu untuk mendongkrak kesejahteraan masyarakat Kabupaten Bandung.
Sugianto memberikan catatan mengenai permasalahan tata kelola sampah. Kata dia, kapasitas TPA Sarimukti saat ini sudah semakin terbatas. Sedangkan volume sampah di Kabupaten Bandung sangat tinggi. Ini memerlukan solusi nyata dari pemerintah untuk mengatasinya.
“Maka kami dari DPRD mendorong agar Pemkab Bandung memberikan pelayanan publik dari sisi persampahan. Termasuk memberikan edukasi kepada masyarakat agar sampah ini bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah. Melainkan juga menjadi tanggung jawab bersama,” ujarnya.
Sugianto melanjutkan, perlu adanya pembenahan infrastruktur jalan, terutama menuju destinasi wisata. Sebab, dari fakta di lapangan jumlah destinasi wisata di Kabupaten Bandung setiap tahunnya bertambah. Namun, hal itu tidak dibarengi dengan ketersediaan infrastruktur jalan yang baik. Justru sebaliknya masih memprihatinkan. Hal itulah, yang perlu menjadi catatan pada momen hari hadi Kabupaten Bandung ke 383 ini.
“Beberapa waktu lalu, saya sempat menggulirkan akses jalan alternatif wisata yang merupakan jalan kabupaten. Namun hal itu tidak optimal. Maka itu, saya mendorong Pemkab Bandung segera berkoordinasi dengan pemerintah pusat dan provinsi mengenai aksesibilitas ini. Sebab ada juga jalan yang statusnya milik pusat dan provinsi,” katanya.
Sugianto juga mengatakan, persoalan lain yang harus menjadi perhatian dari Pemkab Bandung, yakni soal
Kang Sugih juga menuturkan persoalan lainnya yang perlu perhatian Pemkab Bandung. Yakni soal pendidikan dan kesehatan. Sebab, hingga saat ini persoalan pendidikan di Kabupaten Bandung belum tuntas. Saat ini, rata-rata lama sekolah di Kabupaten Bandung baru mencapai 9,7 tahun.
“Hingga saat ini kita masih terkendala tingkat IPM pendidikan yang harus terus genjot. Ini jadi momen refleksi Hari Jadi Kabupaten Bandung. DPRD mendukung sekolah swasta untuk memiliki kurikulum unggulan. Hal ini stimulusnya ada di Pemkab Bandung sebelum pemerintah bisa membangun sekolah negeri baru. Termasuk peningkatan SDM di sekolah swasta,” ujarnya.
Sugianto berharap, melalui peringatan hari jadi ini Pemkab Bandung dapat memprioritaskan berbagai program yang langsung bersentuhan dengan masyarakat bukan sekedar seremoni. Sebab, pihaknya kerap menyerap berbagai aspirasi masyarakat tentang berbagai kebutuhan yang diharapkan warga.
“Pemerintah harus hadir di tengah-tengah masyarakat. Momen hari jadi Kabupaten Bandung ini menjadi pijakan agar berbagai program pemerintah lebih bisa dirasakan langsung oleh masyarakat,” ujarnya.(rd dani r nugraha)
Editor : Ahmad Sayuti

