Dua Jukir Jadi Korban Penganiayaan OTK Saat Konvoi Persib di Garut
Dua orang jukir menjadi korban penganiayaan oleh orang tidak dikenal saat ramai konvoi Persib di Garut.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN - Dua pria yang berprofesi sebagai juru parkir atau jukir menjadi korban penganiayaan orang tak dikenal (OTK) saat konvoi Persib di Garut, Jawa Barat.
Insiden penganiayaan terhadap dua jukir di Garut tersebut terjadi saat kegiataan konvoi bobotoh Persib di Jalan Merdeka, Kabupaten Garut.
Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Garut AKP Joko Prihatin mengatakan kasus penganiayaan terhadap dua jukir tersebut masih dalam penyelidikan.
"Masih dilidik sama Tim Sancang," kata Joko dikutip dari Antara, Senin 26 Mei 2025.
Joko menjelaskan, jajarannya sudah mendapatkan informasi adanya keributan di tengah konvoi bobotoh saat merayakan kemenangan tim sepak bola Persib di kawasan Kerkop, Jalan Merdeka, Kecamatan Tarogong Kidul, Sabtu (24/5) malam.
Korban yang diketahui dua orang itu, kata Joko, mengalami luka sehingga harus mendapatkan penanganan medis. Terkait pelakunya polisi masih melakukan pencarian.
"Luka sobek dijahit beberapa jahitan. Mohon doanya segera terungkap," katanya.
Kepala Polsek Tarogong Kidul AKP Agus Kustanto menambahkan, kejadian aksi penganiayaan itu menimpa dua orang warga Garut yang dilakukan oleh orang tak dikenal saat konvoi Persib.
Hasil keterangan saksi dan korban, kata dia, peristiwa terjadi di tengah-tengah konvoi yang secara tiba-tiba sejumlah pelaku langsung melakukan penyerangan terhadap korban.
Dua korban itu diketahui yakni Ahmad Salakhudin Zaman (35) yang merupakan juru parkir, dan Ifan Firmansyah (30) pegawai Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Garut.
Kepala BPBD Garut Aah Anwar Saefuloh membenarkan, bawahannya pekerja harian lepas di BPBD menjadi korban penganiayaan oleh orang tak dikenal.
Akibat aksi penganiayaan itu, kata dia, korban mengalami luka di bagian leher dan dadanya, kemudian mendapatkan penanganan medis dan saat ini kondisinya sudah mulai membaik.
"Kondisinya sekarang mulai membaik," katanya.
Editor : Firda Rachmawati


