Dua WNI Asal KBB Telah Dipulangkan dari Iran, Disnakertrans KBB: Kemarin Langsung Dijemput Keluarga

Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Bandung Barat (KBB) memastikan dua warganya telah berhasil dievakuasi dari negara yang tengah berkonflik, yakni Iran.

Dua WNI Asal KBB Telah Dipulangkan dari Iran, Disnakertrans KBB: Kemarin Langsung Dijemput Keluarga
Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Bandung Barat (KBB) memastikan dua warganya telah berhasil dievakuasi dari negara yang tengah berkonflik, yakni Iran.

INILAHKORAN, Ngamprah - Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Bandung Barat (KBB) memastikan dua warganya telah berhasil dievakuasi dari negara yang tengah berkonflik, yakni Iran.

Dua warga Bandung Barat atas nama Ali Husin Tamin dan Nety Pahlaniwati itu diketahui telah tiba dengan selamat di tanah air pada Rabu 25 Juni 2025 sore.

"Informasi dari Badan Penghubung, tadi sudah landing tadi jam 4 sore, dalam keadaan sehat dan sudah dijemput langsung pihak keluarga," kata Kepala Bidang (Kabid) Pelatihan, Produktivitas, Penempatan, Tenaga Kerja, dan Transmigrasi (P3TKT) Disnakertrans KBB, Dewi Andani saat dikonfirmasi, Kamis 26 Juni 2025.

Dewi mengaku, kedua warga Bandung Barat tersebut dijadwalkan tiba di Indonesia pada Selasa 24 Juni 2025 sore. Namun, proses perjalanan ke Indonesia mengalami penundaan akibat adanya serangan Iran ke Qatar. 

"Dua warga KBB ini termasuk yang tertahan di Qatar karena bandara penerbangan masih ditutup, akibat serangan Iran ke Markas Militer AS di Qatar, memang seharusnya tiba kemarin," ujarnya.

Kendati demikian, Dewi belum mendapatkan informasi lebih rinci terkait identitas dan status dua warga KBB yang dievakuasi dari Iran tersebut.

"Kami belum dapat informasi (Tempat tinggal dan status), nanti kami kabari lagi. Karena kami juga dapat kabar dari Badan Penghubung," ujarnya.

Diberitakan sebelumnya, Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Bandung Barat (KBB) tengah menunggu kepulangan dua orang Warga Negara Indonesia (WNI) dari negara Iran.

Seperti diketahui, Iran dan Israel kini tengah terlibat Konflik yang tengah menarik perhatian publik dari berbagai belahan dunia.

"Kami mendapatkan informasi dari Disnakertrans Jawa Barat bahwa ada dua orang Warga Negara Indonesia (WNI) asal Bandung Barat yang tengah dipulangkan dari Iran," kata Kepala Disnakertrans KBB, Hasanuddin didampingi Kepala Bidang Pelatihan, Produktivitas, Penempatan Tenaga Kerja, dan Transmigrasi (P3TKT) DisnakertransKBB, Dewi Andani, Selasa 24 Juni 2025.

Hasanuddin menyebut, dua orang WNI asal Bandung Barat yang tengah dipulangkan, yakni Ali Husin Tamin dan Nety Pahlaniwati. Meski begitu, pihaknya belum mengetahui secara rinci asal daerah kedua warga Bandung Barat tersebut.

"Kami belum mengetahui pasti data lengkap kedua WNI asal Bandung Barat yang dipulangkan dari Iran tersebut. Tapi, kita bakal gali data-datanya secara rinci, karena bukannya tidak mungkin hanya dua orang," sebutnya.

"Bahkan, bisa ada di Iran atau ada juga di Israel," tambahnya.

Termasuk, sambung Hasanuddin, pihaknya bakal menggali informasi lebih jauh apakah masih ada warga Bandung Barat yang ada di Iran. Sebab, tak menutup kemungkinan banyak WNI, termasuk KBB yang masih ada di sana.

"Kita akan menjemput mereka di provinsi. Setelah itu, kita akan gali apakah masih banyak warga KBB yang ada di Iran," tegasnya.

Rencananya, sambung Hasanuddin, pihak Disnakertrans Jawa Barat bakal menjemput mereka di bandara Jakarta yang dijadwalkan tiba pukul 15.00 WIB sore ini.

"Jadi dari Jakarta mereka akan transit di provinsi. Nanti kita jemput dan mintai keterangan dari mereka," ujarnya.

Selain dua orang warga Bandung Barat, ungkap Hasanuddin, berdasarkan data yang pihaknya terima, Disnakertrans Jabar bakal menjemput 22 WNI asal Jawa Barat dari Iran.

"Dua orang dari KBB, lalu ada dari Kabupaten Purwakarta, Kabupaten Bandung, Kabupaten Bogor, Kabupaten Bogor Barat, Kabupaten Indramayu, Kota Banjar, Kabupaten Sumedang dan Kabupaten Majalengka. Total ada 24 orang yang sekarang dipulangkan Kemenlu RI," bebernya.*** 


Editor : JakaPermana