Dugaan Jual Beli Jabatan, Rudy: ASN di Kabupaten Bogor Tidak Ada Satu pun Berbayar

Bupati Bogor Rudy Susmanto berharap Sat Reskrim Polres Bogor mengembangkan penyelidikan dugaan praktik jual beli jabatan yang diduga terjadi pada 2022 lalu.

Dugaan Jual Beli Jabatan, Rudy: ASN di Kabupaten Bogor Tidak Ada Satu pun Berbayar
Rudy Susmanto menegaskan, praktik jual beli jabatan di masa kepemimpinan sebelumnya tidak akan terjadi di rezim Rudy Susmanto-Jaro Ade. (reza zurifwan)

INILAHKORAN.ID - Bupati Bogor Rudy Susmanto berharap Sat Reskrim Polres Bogor mengembangkan penyelidikan dugaan praktik jual beli jabatan yang diduga terjadi pada 2022 lalu.

"Saya berharap, Sat Reskrim Polres Bogor mengembangkan penyelidikan dugaan praktek jual beli jabatan lebih lanjut. Apalagi, Inspektorat sudah menemukan indikasi dan indikasi itu sudah diserahkan ke pihak kepolisian," harap Rudy Susmanto, Rabu (29/4/2026).

Dia pun menegaskan, praktik jual beli jabatan di masa kepemimpinan sebelumnya tidak akan terjadi di rezim Rudy Susmanto-Jaro Ade.

"Hari ini, ASN (aparatur sipil negara) yang berkarir di Kabupaten Bogor tidak ada satu pun yang berbayar," tegasnya.

Dia juga menyiapkan kenaikan jabatan, apabila ada ASN yang melapor jika terjadi transaksi dalam dugaan praktik jual beli jabatan.

"Apabila ada ASN yang mememukan praktik jual beli jabatan atau berbayar, maka ASN tersebut akan saya naikkan pangkatnya," tuturnya.

Dia menambahkan, banyak ASN hebat di Kabupaten Bogor dan jangan takut berkarir di Bumi Tegar Beriman walaupun tidak kenal pejabat-pejabatnya.

"Yang tidak kenal pejabat dan tidak punya uang jangan khawatir, ASN tetap bisa berkarir, tunjukkan saja ide dan gagasan, kami pun akan menempatkan anda di jabatan yang strategis," tambahnya.

Sejauh ini, total sudah 14 ASN Pemkab Bogor yang sudah dimintai keterangan Inspektorat. Sebanyak 4 orang diantaranya diduga pelaku praktik jual beli jabatan dan setidaknya menerima keuntungan sebesar Rp60 juta.


Editor : Doni Ramdhani