Duh, Sampah di Pasar Sayati Menggunung Tutupi Kios Pedagang
Tumpukan sampah di Pasar Sayati Indah, Desa Sayati, Kecamatan Margahayu, Kabupaten Bandung masih menggunung.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAH, Bandung- Tumpukan sampah di Pasar Sayati Indah, Desa Sayati, Kecamatan Margahayu, Kabupaten Bandung masih menggunung.
Tempat pembuangan sampah yang berada disalah satu sudut belakang pasar. Bahkan, karena belum kembali diangkut, sampah meluber ke jalan dan menutup jalan.
Tidak hanya itu, sampah yang menumpuk dijalan menutupi akses pembeli menuju kios-kios. Pemandangan tak sedap dan bau menyengat tercium yang berasal dari sampah-sampah tersebut.
Sampah yang menumpuk disebabkan belum adanya pengangkutan dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Bandung.
Salah seorang pedagang Pasar Sayati, Egi (40) mengatakan, sejak operasi bersih (opsih) awal Desember 2018 lalu, sampah di Pasar Sayati belum pernah diangkut secara rutin oleh petugas kebersihan.
Saat ditanyakan alasannya, Dinas Lingkungan Hidup menjawab karena mobil sampah mengalami kerusakan.
"Dari opsih Desember kemarin, tidak ditarik lagi dan membludak. Pernah ditanyain, katanya mobilnya patah asnya. Memang mobil sampah itu cuma satu yah" kata Egi, Kamis (3/1/19).
Egi memengatakan, setiap hari pungutan uang kebersihan selalu diminta namun sampah masih tetap menumpuk. Selain itu, jika opsih dilakukan para pedagang dimintai sejumlah uang.
"Opsih ada pungutan liar. Sekarang rutin bayar terus opsih keluar kocek lagi ada yang satu kios Rp 100 ribu bahkan ada Rp 1.5 juta," ujarnya.
Menurutnya, saat ini pihaknya tengah menulis surat permintaan bantuan pengangkutan sampah. Bahkan, pihaknya pun ingin bisa duduk bersama dengan DLH dan Dinas Perdagangan membicarakan kenapa masalah sampah di Pasar Sayati terus terjadi.
"Di pasar lain mah bersih, cuma di Pasar Sayati banyak sampah. Selain itu, Kepala pasarnya juga jarang ngantor (di Pasar Sayati), ngantornya di Margahayu," ujarnya.
Editor : inilahkoran

