Rusak Parah, Jalan Penghubung Antar Desa di Tiga Kecamatan Kab Bandung

Jalan penghubung antar desa di tiga kecamatan wilayah Kabupaten Bandung mengalami kerusakan parah.

Rusak Parah, Jalan Penghubung Antar Desa di Tiga Kecamatan Kab Bandung
Tanjakan terjal di Kampung Leuweung Datar Desa Bandasari Kec Cangkuang Kab Bandung

INILAH, Bandung - Jalan penghubung antar desa di tiga kecamatan wilayah Kabupaten Bandung mengalami kerusakan parah.

Jalan yang rusak itu, antara lain penghubung dari Desa Bandasari Kecamatan Cangkuang dengan Desa Cibodas, Desa Cisondari, Desa Cukanggenteng, Kecamatam Pasirjambu. Lalu penghubung Desa Sukajadi dengan Desa Sukanagara, Kecamatan Soreang.

Kerusakan lebih parah terdapat pada lima tanjakan jalan yang curam dan berbelok belok. Saking curam dan hancurnya aspal jalan itu tak bisa dilalui oleh kendaraan roda empat atau lebih. Bahkan sepeda motor pun yang tidak kuat ditanjakan harus mendorong motornya yang masih menyala agar tidak jatuh.

"Sebenarnya banyak juga yang kecelakaan saat bawa motor dan mobil di jalan ini, apalagi kalau datangnya dari atas jalan turunan penuh lubang dengan bebatuan dan kerikil. Apalagi kalau saat hujan, jalan penuh lumpur yang turun dari kebun dikiri kanan jalan. Sampai pernah ada yang celaka jatuh dari motor patah kaki dan tangannya,"kata Undang Ule (40) salah seorang warga Kampung Leuweung Datar, Kamis (3/1/19).

Menurut Undang, keberadaan jalan ini sebenarnya cukup vital bagi warga sekitar. Terutama untuk para petani yang mengangkut hasil panen dan juga warga yang punya usaha konveksi.

Karena jalan dengan tanjakan curam itu rusak parah, maka kendaraan pengangkut hasil pertanian dan pakaian hasil produksi konveksi warga sekitar terpaksa harus dipanggul lebih dulu ke tempat pemberhentian mob yang cukup jauh. Hal ini tentu saja mengganggu produktivitas kerja serta menambah biaya untuk upah panggul.

"Jelas kegiatan perekonomian warga disini juga terhambat akses jalan yang buruk. Nah selain penting untuk kami, jalan ini juga selalu dijadikan alternatif kalau di Ciwidey macet, mereka lewat sini,"ujar Undang.

Hal senada dikatakan oleh Ketua RT 2 RW 6 Desa Bandasari, Iim Solihin. Menurutnya, kerusakan jalan itu sudah lama terjadi. Namun sayangnya hingga saat ini tak kunjung diperbaiki.

Kata dia, jalan tersebut terakhir diperbaiki dan diaspal sekitar lima tahun lalu dan dilakukan oleh Tentara Nasional Indonesia (TNI) yang melakukan kegiatan TMMD di desa tersebut. Dan semenjak itu pula jalan sepanjang kurang lebih 5 kilometer itu tak pernah lagi diperbaiki.

"Memang menyedihkan tapi mau bagaimana lagi kenyataannya seperti ini. Dulu waktu jalannya masih bagus, kendaraan roda empat masih bisa melintas walaupun tanjakannya curam juga, nah kalau sekarang mah sudah enggak bisa,"katanya.

Keduanya berharap pemerintah setempat bisa melakukan perbaikan jalan. Apalagi akan lebih bagus jika dilakukan rekayasa teknis agar kelima tanjakan yang curam dan membahayakan itu bisa dilintasi pengguna jalan dengan aman.

Sekretaris Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Bandung, Achmad Kosasih mengatakan jika jalan tersebut merupakan jalan desa. Namun, jika pemerintah desa tidak bisa memperbaiki maka bisa mengajukan permohonan bantuan ke PUPR Kabupaten Bandung.

"Itu masih jalan desa, waktu saya (dulu) jadi Camat Soreang dan pernah lewat kesana. Belum ditingkatkan statusnya," ujarnya saat dihubungi via sambungan telepon.

Menurut Achmad, karena jalan tersebut jalan desa maka kewenangan perbaikan ada di desa. Namun, jika desa tidak sanggup bisa mengajukan ke PUPR Kabupaten Bandung untuk diperbaiki jalannya.

"Nanti dipertimbangkan oleh pak kadis, kalau jalan tersebut dilintasi oleh ribuan orang dan sangat dibutuhkan nanti dipertimbangkab untuk dibantu," ujarnya.

Menurutnya, pihak PUPR Kabupaten Bandung saat ini belum memprioritaskan perbaikan jalan desa dan mendahulukan jalan kabupaten. Pihaknya tidak bisa berinisiatif memperbaiki jalan tersebut sebab nanti berdampak diperiksa karena melewati kewenangan.

"Memang niat ingin membantu masyarakat tapi ini terkait anggaran, kewenangan. Harus hati hati, dan kami tetap akan  segera mengecek kondisi jalan tersebut melalui bidang jalan,"ujarnya


Editor : inilahkoran