Duh...Dua Ibu Hamil Jadi Korban Keracunan di Bandung Barat
Tiga korban keracunan massal di Kabupaten Bandung Barat dirujuk ke dua rumah sakit. Dua di antaranya ternyata sedang hamil.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Ngamprah – Tiga korban keracunan massal di Kabupaten Bandung Barat dirujuk ke dua rumah sakit. Dua di antaranya ternyata sedang hamil.
Puskesmas Saguling memutuskan merujuk tiga korban keracunan makanan kupat tahu yang dibeli di Pasar Maroko agar bisa mendapatkan penanganan medis yang lebih intensif.
Hal itu dilakukan lantaran dua dari tiga korban merupakan ibu hamil. Sedang satu orang lainnya merupakan lansia dengan penyakit komorbid atau penyerta sesak nafas.
“Kami rujuk tiga pasien korban keracunan ke RSCK dan RS Kartini,” kata Kepala Puskesmas Saguling, Burhan, Senin 22 Juli 2024.
“Ketiga pasien ini perlu penanganan pasien faskes tingkat dua karena ibu hamil dan lansia usia 80 tahun dengan penyakit penyerta asma,” sambungnya.
Sebelumnya, Dinas Kesehatan Kabupaten Bandung Barat (KBB) melakukan penelusuran dan penyelidikan epidemiologi untuk memastikan jumlah korban yang diduga mengalami keracunan usai menyantap makanan di pasar Kampung Maroko, Desa Mekarjaya, Kecamatan Cihampelas.
Hasilnya, sebanyak 26 warga yang mengalami gejala medis keracunan yang ditandai keluhan mual, muntah, diare dan pusing.
Para korban tersebar di dua desa berbeda yakni 19 orang warga Kampung Citeurup, Desa Girimukti, Kecamatan Saguling dan 7 orang warga Kampung Rancaeceng, Desa Mekarjaya Kecamatan Cihampelas.
Diketahui, sejumlah warga Kampung Citeurup RW 09 Desa Girimukti, Kecamatan Saguling, mengalami keracunan usai menyantap makanan kupat tahu yang dibeli di Pasar Maroko Kecamatan Cihampelas, pada Jumat 19 Juli 2024.
Warga menderita keluhan medis berupa mual, muntah, diare, dan pusing. Kondisi ini dialami, pada Sabtu 20 Juli 2024 pagi.*** (agus satia negara)
Editor : Zulfirman

