Dukcapil Percepat Layanan Digital
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
Oleh: Rizki Mauludi
INILAH, Bogor - Akhir pekan biasanya menjadi waktu untuk berkumpul bersama keluarga. Namun di Plaza Jambu Dua, Kota Bogor, Minggu (30/8), keluarga datang dengan urusan yang berbeda.
Ada yang membawa dokumen, ada yang mengurus administrasi, dan ada pula yang sekadar ingin memastikan data kependudukannya tertib. Pelayanan administrasi kependudukan (Adminduk) hadir di tengah ruang publik, tanpa mengharuskan warga menunggu hari kerja.
Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kota Bogor menggelar Dukcapil Family Fest 2026. Agenda tahunan tersebut memasuki tahun keempat dengan membawa satu pesan: mengurus dokumen kependudukan seharusnya semakin mudah, cepat, dan dekat.
Ketua DPRD Kota Bogor Adityawarman Adil mengapresiasi langkah tersebut. Menurutnya, pelayanan publik tidak harus selalu menunggu warga datang ke kantor pemerintahan.
“Alhamdulillah, pelayanan Adminduk hadir di Plaza Jambu Dua pada akhir pekan. Ini merupakan sebuah terobosan yang sangat luar biasa,” kata Adityawarman, Minggu (30/8).
Bagi DPRD Kota Bogor, kemudahan pelayanan menjadi bagian penting dari transformasi administrasi kependudukan, terutama ketika layanan mulai bergerak ke ruang digital.
Adityawarman memastikan DPRD mendukung program pemerintah yang memberikan manfaat langsung kepada masyarakat, baik melalui fungsi pengawasan maupun penganggaran.
“DPRD Kota Bogor, baik dari fungsi pengawasan maupun penganggaran, mendukung 100 persen kegiatan positif seperti ini,” katanya.
Di balik pelayanan yang dibawa ke pusat keramaian, ada perubahan yang lebih besar sedang disiapkan Disdukcapil.
Kepala Disdukcapil Kota Bogor Ganjar Gunawan mengatakan Dukcapil Family Fest dirancang untuk menghadirkan layanan yang cepat, mudah, dan dapat diselesaikan dalam satu hari atau one day service.
Konsep tersebut menjadi bagian dari visi Bogor Cerdas yang diterjemahkan melalui berbagai inovasi. Pelayanan tidak hanya menunggu warga datang, tetapi bergerak mendekati mereka melalui program seperti Dukcapil Goes to School dan layanan sore hingga malam di tingkat kelurahan.
“Pelayanan Adminduk ini inklusif, tidak ada batasan status sosial ekonomi maupun kondisi fisik,” tutur Ganjar. (gin)
Editor : Inilahkoran

