Dukung Pendidikan Karakter Dedi Mulyadi, Atalia Praratya Minta Semua Pihak Jangan Buru-buru Kritisi
Anggota Komisi VIII DPR RI Atalia Praratya mendukung penuh pendidikan karakter bagi siswa bermasalah di barak militer, yang digagas Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Bandung - Anggota Komisi VIII DPR RI Atalia Praratya mendukung penuh pendidikan karakter bagi siswa bermasalah di barak militer, yang digagas Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi.
Atalia mengatakan, hadirnya program pendidikan karakter setidaknya ada gebrakan nyata yang dilakukan Pemprov Jabar, dalam menangani anak bermasalah.
"Menurut saya, hal seperti ini kita jangan terlalu reaktif. Semuanya harus kita lakukan uji coba dulu. Bahwa ada piloting project, itu bagus," ujar Atalia di Kota Bandung, Kamis 15 Mei 2025.
Maka dari itu Atalia berharap, semua pihak jangan terburu-buru mengkritisi pendidikan karakter yang dilakukan Pemprov Jabar, sebab hasilnya pun belum diketahui.
"Ketika berhasil, kita bisa lakukan untuk seluruh wilayah. Kita lihat hasilnya seperti apa. Pembinaanya seperti apa," ucapnya.
Sejumlah pendapat yang menyatakan pendekatan militer tidak cocok dan melanggar hak anak kata dia, juga harus dibuktikan.
Sebab itu, hadirnya pendidikan karakter ini harus diberikan kesempatan. Sampai akhirnya bisa disimpulkan, langkah apa yang paling baik dilakukan di kemudian hari.
"Kenapa enggak cari win-win solutions. Kenapa kita tidak cari, berikan ruang ke Pak Gubernur mengambil hal penting. Menurut kami penting, karena yang diambil anak bermasalah. Biarkan dulu, nanti kita bisa berkomentar setelah bisa dinilai," tuturnya.
"Ini kan baru, terlalu prematur menurut saya ketika kita berkomentar saat ini. Biarkan ini jadi piloting project. Kalau bagus ke depan kita dorong lebih luas, kalau tidak kita evaluasi lagi," imbuhnya.
Sisi lain, dia juga menilai dalam program ini tetap dibutuhkan pendapat dari para ahli supaya usaha yang dilakukan lebih maksimal.
"Tapi memang, terkait masa depan anak, kita tidak boleh terlalu terburu-buru. Bagaimanapun juga kita banyak expert yang harus didengar pendapatnya. Lagipula saya kira, di suatu masa pemerintah juga harus membuka ruang diskusi bagi semua pihak. Sehingga kita bisa mendapatkan sesuai yang kita harapkan," kata dia.
Seperti diketahui, pendidikan karakter bertajuk Panca Waluya bagi siswa bermasalah sudah berjalan di dua daerah, yakni di Dodik Bela Negara Rindam III/Siliwangi, Cikole, Lembang, Kabupaten Bandung yang diikuti 279 orang siswa serta 39 lainnya di Resimen Artileri Medan 1 Sthira Yudha, Batalyon Artileri Medan 9, di Jalan Raya Sadang-Subang, Desa Ciwangi, Kecamatan Bungursari, Kabupaten Purwakarta. (Yuliantono)
Editor : Ahmad Sayuti


