Eks Bos BUMN China Dihukum Mati Karena Korupsi, Vonisnya Jadi Sorotan Dunia
Pada 2023, proses hukum terhadapnya makin intensif hingga akhirnya menghasilkan vonis hukuman mati dengan masa penangguhan dua tahun.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN - Mantan pimpinan perusahaan teknologi raksasa milik negara China, Tsinghua Unigroup, Zhao Weiguo, resmi dijatuhi hukuman mati setelah dinyatakan bersalah dalam kasus korupsi besar-besaran. Putusan mengejutkan ini diumumkan oleh pengadilan China pada Ra dan menjadi sorotan internasional.
Dilansir dari Channel News Asia, kasus ini bermula dari penyelidikan yang dilakukan otoritas China sejak 2022. Zhao diketahui menyalahgunakan jabatannya untuk menggelapkan dana perusahaan serta memperkaya diri secara ilegal.
Pada 2023, proses hukum terhadapnya makin intensif hingga akhirnya menghasilkan vonis hukuman mati dengan masa penangguhan dua tahun.
Dalam amar putusannya, pengadilan juga menjatuhkan sanksi tambahan berupa pencabutan hak politik Zhao seumur hidup dan penyitaan seluruh harta miliknya oleh negara. Meski dijatuhi hukuman mati, sesuai dengan praktik umum di China, masa penangguhan tersebut bisa berubah menjadi hukuman penjara seumur hidup, tergantung pada perilaku Zhao selama masa percobaan.
Reaksi Publik dan Media Sosial
Kasus ini memicu reaksi keras dari publik, terutama warganet yang ramai membandingkan kasus Zhao dengan kasus korupsi lain di berbagai negara. Tak sedikit komentar bernada satir yang bermunculan.
“Baru 3,1 triliun kok heboh, yang 980 triliun adem-adem aja,” tulis salah satu netizen menyindir kasus korupsi besar yang kurang mendapat perhatian.
Ada juga yang menyoroti lemahnya penegakan hukum di tempat lain: “271 T hilang, beritanya juga ikut hilang.”
Komentar lain dengan nada sarkas menyebut, “Itu melanggar HAM, kata pejabat di negeri antah berantah,” sebagai sindiran terhadap pihak yang kerap mengkritik tindakan tegas pemerintah Tiongkok.
Bagian dari Kampanye Anti-korupsi Xi Jinping
Vonis terhadap Zhao dianggap sebagai bukti seriusnya Pemerintah China dalam menjalankan kampanye anti-korupsi nasional yang digagas Presiden Xi Jinping.
Langkah ini memperlihatkan bahwa siapa pun, termasuk tokoh di sektor strategis seperti industri teknologi dan semikonduktor, tidak kebal terhadap hukum.
Tsinghua Unigroup sendiri adalah salah satu andalan China dalam pengembangan industri chip dan teknologi dalam negeri. Skandal ini menjadi pukulan telak bagi reputasi perusahaan tersebut dan memperlihatkan kerentanan yang bisa terjadi di dalam korporasi milik negara.
Editor : Firda Rachmawati


