Etalase Kabupaten Bandung Tercoreng, Sampah Liar Menumpuk di Akses Tol Soroja
Lagi-lagi tumpukan sampah menggunung di akses masuk Tol Soroja atau di Jalan Gading Tutuka Soreang Kabupaten Bandung
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN.ID - Tumpukan sampah liar terlihat berserakan di pinggir jalan akses menuju dan keluar Jalan Tol Soreang–Pasirkoja (Soroja), tepatnya di Jalan Raya Terusan Gading Tutuka, Kecamatan Soreang, Kabupaten Bandung.
Tumpukan sampah yang menggunung dinilai mencoreng wajah daerah, mengingat ruas jalan itu merupakan salah satu etalase Kabupaten Bandung yang banyak dilalui pengguna jalan dari luar kota.
Pantauan di lokasi, Kamis (26/2/2026), sampah rumah tangga bercampur dengan limbah plastik dan sisa makanan menumpuk di beberapa titik di tepi jalan. Selain merusak keindahan, bau menyengat tercium hingga radius beberapa meter. Ironisnya, di sekitar lokasi terdapat permukiman warga dan sebuah rumah makan khas Sunda yang cukup besar dan mentereng.
Teguh Awaludin (49), warga Soreang, mengaku prihatin dengan kondisi tersebut. Menurutnya, keberadaan sampah liar di akses jalan tol sangat memalukan karena menjadi pemandangan pertama yang dilihat pendatang saat masuk ke Kabupaten Bandung.
“Ini kan jalur utama keluar-masuk Tol Soroja. Banyak tamu dari luar kota lewat sini. Kalau yang terlihat justru tumpukan sampah, tentu kesannya jadi buruk. Seolah-olah kita tidak mampu mengelola kebersihan sendiri,” kata Teguh.
Ia menambahkan, selain merusak estetika kawasan, sampah yang dibiarkan menumpuk juga berpotensi menjadi sumber penyakit. Apalagi, lokasinya berdekatan dengan rumah warga dan tempat usaha kuliner.
“Baunya menyengat, apalagi kalau siang hari. Lalat banyak. Ini bisa berdampak pada kesehatan masyarakat sekitar,” ujarmya.
Tak hanya di akses tol, Teguh menyebut titik-titik sampah liar juga mudah ditemukan di berbagai ruas jalan dan kawasan permukiman di Kabupaten Bandung. Ia berharap pemerintah daerah lebih serius melakukan pengawasan serta penindakan terhadap pembuang sampah sembarangan.
Keluhan serupa disampaikan Ema Rohimah (55), warga Parungserab, Soreang. Ia mengaku kecewa dengan pelayanan kebersihan oleh Pemerintah Kabupaten Bandung yang dinilainya belum mampu menyelesaikan persoalan sampah secara tuntas.
“Setiap tahun masalahnya sama saja. sampah tetap menumpuk di mana-mana. Padahal jumlah penduduk Kabupaten Bandung sudah lebih dari 3 juta jiwa. Harusnya pengelolaan sampah jadi prioritas utama,” kata Ema.
Ia menilai, upaya pemerintah daerah selama ini lebih banyak menonjolkan pencitraan dibandingkan kerja nyata di lapangan. Menurutnya, berbagai penghargaan dan piala kerap digembar-gemborkan di media sosial maupun media massa, termasuk di akun resmi Bupati Bandung Dadang Supriatna.
“Di media sosial lebih banyak puja-puji dan pamer penghargaan. Tapi di lapangan, sampah masih jadi persoalan klasik yang tak kunjung selesai,” katanya.
Ema juga menyinggung program Tempat Pengolahan sampah Reduce-Reuse-Recycle (TPS3R) yang selama ini dibanggakan pemerintah daerah. Menurutnya, ada TPS3R yang hanya ramai saat peresmian, namun sepi aktivitas dalam keseharian.
“Waktu diresmikan heboh, tapi setelah itu tidak kelihatan aktivitasnya. Kalau memang serius, harusnya dikelola maksimal dan diawasi terus,” katanya.
Warga berharap Pemerintah Kabupaten Bandung, di bawah kepemimpinan Bupati Dadang Supriatna, dapat mengambil langkah konkret dan terukur dalam menangani persoalan sampah, khususnya di kawasan strategis seperti akses Tol Soroja yang menjadi wajah Kabupaten Bandung di mata para pendatang. Tanpa penanganan serius, persoalan sampah dikhawatirkan akan terus menjadi pekerjaan rumah yang mencoreng citra daerah.
Editor : Ahmad Sayuti


