Fans Argentina Interupsi Lagu Kebangsaan Inggris di Semifinal Piala Dunia 2026

Lagu kebangsaan Inggris diprovokasi oleh fans Argentina sebelum laga semifinal Piala Dunia 2026 dimulai.

Fans Argentina Interupsi Lagu Kebangsaan Inggris di Semifinal Piala Dunia 2026
Fans Argentina Interupsi Lagu Kebangsaan Inggris di Semifinal Piala Dunia 2026

INILAHKORAN.ID - Tensi tinggi langsung tersaji bahkan sebelum peluit babak pertama dibunyikan dalam laga semifinal Piala Dunia yang mempertemukan Inggris vs Argentina di Atlanta. 

Sebuah insiden kontroversial yang melibatkan suporter La Albiceleste memicu kemarahan besar di kalangan pendukung Tiga Singa.

​Melansir laporan dari The Sun, atmosfer stadion mendadak memanas saat sesi lagu kebangsaan dikumandangkan.

Ketika lagu kebangsaan Inggris, "God Save the King", mulai bergema di seluruh penjuru stadion, ribuan fans Argentina yang memadati tribun justru melakukan tindakan provokatif.

​Mereka secara sengaja menginterupsi jalannya lagu sakral tersebut dengan menyanyikan yel-yel ejekan bernada provokasi.

​"Siapa yang tidak melompat adalah orang Inggris," demikian bunyi yel-yel yang diteriakkan dengan lantang oleh para suporter Argentina untuk menenggelamkan suara lagu kebangsaan lawan.

​Picu Amarah Netizen dan Fans Inggris di Media Sosial

​Tindakan tidak simpatik ini langsung menjadi viral dan memicu gelombang protes keras dari netizen, khususnya para pendukung timnas Inggris di berbagai platform media sosial.

Banyak yang menilai bahwa aksi menginterupsi lagu kebangsaan adalah bentuk ketidakberatan dan pelanggaran serius terhadap nilai fair play dalam dunia sepak bola internasional.

​Rivalitas sejarah yang panjang antara Inggris dan Argentina memang selalu membawa drama tersendiri setiap kali kedua tim raksasa ini bertemu di atas lapangan hijau. Namun, insiden di Atlanta ini dianggap telah melewati batas sportivitas oleh banyak pihak.

​Hingga berita ini diturunkan, unggahan mengenai insiden tersebut telah disaksikan ratusan ribu kali dan terus dibanjiri komentar dari kedua belah pihak yang saling beradu argumen mengenai etika suporter di stadion.


Editor : Firda Rachmawati