Film Animasi 'KPop Demon Hunters' akan Dibuat Live Action, Akankah Jennie dan Cha Eun Woo jadi Pemeran Utamanya?

Jika film animasi 'KPop Demon Hunters' jadi live -action, penonton minta Jennie dan Cha Eun Woo jadi pemeran utamanya.

Film Animasi 'KPop Demon Hunters' akan Dibuat Live Action, Akankah Jennie dan Cha Eun Woo jadi Pemeran Utamanya?
KPop Demon Hunter yang diisukan akan dijadikan live-action.

INILAHKORAN, Bandung - Sampai saat ini, Film Animasi Netflix 'KPop Demon Hunters' masih jadi sensasi global hingga ost nua memuncaki tangga lagu di seluruh dunia.

Animasi K-Pop populer Netflix, 'KPop Demon Hunters', telah memicu diskusi sengit di kalangan penggemar mengenai apakah Film tersebut harus diadaptasi menjadi Live-action.

Menurut TheWrap (31 Juli), Netflix sebelumnya menjajaki ide ekspansi termasuk dua sekuel anime, sebuah remake Live-action, sebuah serial TV, dan sebuah musikal panggung.

Namun, Hollywood Reporter melaporkan bahwa raksasa streaming tersebut saat ini belum memiliki rencana untuk adaptasi Live-action, dan justru berfokus pada perluasan dunia anime melalui format lain.

Komunitas online terpecah belah. Pendukung versi Live-action mengatakan versi ini dapat membawa cerita ke khalayak yang lebih luas, sementara yang skeptis berpendapat bahwa visual dan gaya musik anime yang semarak akan sulit direproduksi secara meyakinkan.

Beberapa khawatir hilangnya estetika unik versi aslinya dapat menghilangkan daya tariknya.

Salah satu topik perdebatan sengit adalah casting. Di forum Korea, komentar seperti "Kalau Jennie, Cha Eun Woo, atau V tidak ada, tidak ada gunanya" telah menjadi viral, mencerminkan betapa pentingnya kekuatan bintang dalam ekspektasi penggemar.

Yang lain berfokus pada tantangan memadukan elemen K-Pop autentik ke dalam aksi langsung tanpa merasa terpaksa.

Seperti yang ditulis seorang penggemar: "Ini bukan hanya tentang mengganti Animasi dengan aktor sungguhan, musik dan koreografinya harus sesuai dengan energi K-Pop."

Untuk saat ini, penggemar harus menunggu arahan resmi Netflix, karena perusahaan tersebut beralih ke perluasan dunia Animasi yang ada daripada terburu-buru membuat ulang versi Live-action.***


Editor : Irma Nurfajri