FK3I dan Relasi Bakal Turunkan 500 Massa Tolak 4 Proyek Panas Bumi di Jabar

FK3I bersama Relasi menyatakan siap menggelar aksi besar-besaran menolak pembangunan proyek panas bumi di empat titik kawasan konservasi di Jabar.

FK3I dan Relasi Bakal Turunkan 500 Massa Tolak 4 Proyek Panas Bumi di Jabar
Koordinator Nasional FK3I sekaligus Juru Bicara Relasi Dedi Kurniawan mengungkapkan, pihaknya telah melakukan konsolidasi tertutup bersama jaringan pecinta alam, mahasiswa, dan masyarakat yang menolak penggusuran lahan garapan warga. (rd dani r nugraha)

INILAHKORAN.ID - Forum Komunikasi Kader Konservasi Indonesia (FK3I) bersama Jaringan Relawan Pembela Konservasi (Relasi)) menyatakan siap menggelar aksi besar-besaran menolak pembangunan proyek panas bumi di empat titik kawasan konservasi di Jabar.

Koordinator Nasional FK3I sekaligus Juru Bicara Relasi Dedi Kurniawan mengungkapkan, pihaknya telah melakukan konsolidasi tertutup bersama jaringan pecinta alam, mahasiswa, dan masyarakat yang menolak penggusuran lahan garapan warga.

Dalam waktu dekat, gerakan penolakan akan difokuskan pada rencana pembangunan geotermal di kawasan Cipanas, Kabupaten Cianjur, yang berada di sekitar kawasan konservasi Taman Nasional Gunung Gede Pangrango.

Menurut Dedi, penolakan muncul karena proses pra-pembangunan dinilai belum melibatkan masyarakat secara optimal. Dia menyoroti minimnya sosialisasi dan belum terbukanya kajian menyeluruh terkait dampak sosial, ekonomi, dan lingkungan dari proyek tersebut.

“Persoalan sosial masih menjadi perhatian karena sebagian masyarakat menolak akibat kurangnya sosialisasi yang utuh. Selain itu, kami juga mempertanyakan rencana perlindungan dan penyelamatan kawasan hutan di tengah kondisi tutupan hutan Jawa Barat yang terus mengalami tekanan,” kata  Dedi, Jumat (3/6/2026).

FK3I dan Relasi juga mempertanyakan urgensi pembangunan proyek energi baru terbarukan di kawasan yang memiliki nilai ekologis tinggi. Mereka menilai sebagian besar potensi panas bumi berada di kawasan hutan konservasi yang berperan penting dalam menjaga keseimbangan lingkungan, keanekaragaman hayati, serta mitigasi bencana.

Mereka pun mendesak adanya kajian detail dan transparan mengenai aspek sosial, ekonomi, lingkungan, serta kebutuhan energi masyarakat sebelum proyek dilanjutkan.

Dedi menegaskan, pihaknya akan meminta pemerintah dan pihak terkait meninjau ulang rencana pembangunan geotermal di kawasan Cipanas. Bahkan, kelompok tersebut menargetkan penundaan proyek hingga 2028 sambil menunggu hasil kajian yang lebih komprehensif.

Sebagai bentuk tekanan publik, FK3I dan Relasi mengaku siap menurunkan sekitar 500 massa dalam aksi turun ke jalan. Mereka menyatakan aksi tersebut bukan hanya untuk menyuarakan kepentingan masyarakat, tetapi juga perlindungan terhadap ekosistem hutan, satwa liar, dan keberlangsungan lingkungan hidup di kawasan konservasi.


Editor : Doni Ramdhani