FK3I Pusat Soroti Alih Fungsi Hutan Lindung dan Kawasan Konservasi jadi Beton dan Objek Wisata Ancaman Nyata bagi Masyarakat Bandung Raya

Forum Komunikasi Kader Konservasi Indonesia (FK3I) Pusat menuding hutan lindung dan kawasan konservasi di Kabupaten Bandung banyak yang beralih fungsi menjadi objek wisata dan aktivitas komersial lainnya. 

FK3I Pusat Soroti Alih Fungsi Hutan Lindung dan Kawasan Konservasi jadi Beton dan Objek Wisata Ancaman Nyata bagi Masyarakat Bandung Raya
Koordinator FK3I Pusat Dedi Kurniawan mengatakan, banyak kawasan hutan lindung dan hutan konservasi di wilayah Bandung Selatan beralihfungsi menjadi objek wisata. Seperti di wilayah Kecamatan Ciwidey, Pasirjambu, Rancabali dan Pangalengan yang merupakan perbukitan kini banyak berubah fungsi menjadi objek wisata. (dok)

INILAHKORAN.ID - Forum Komunikasi Kader Konservasi Indonesia (FK3I) Pusat menuding hutan lindung dan kawasan konservasi di Kabupaten Bandung banyak yang beralih fungsi menjadi objek wisata dan aktivitas komersial lainnya. 

Koordinator FK3I Pusat Dedi Kurniawan mengatakan, banyak kawasan hutan lindung dan hutan konservasi di wilayah Bandung Selatan beralihfungsi menjadi objek wisata. Seperti di wilayah Kecamatan Ciwidey, Pasirjambu, Rancabali dan Pangalengan yang merupakan perbukitan kini banyak berubah fungsi menjadi objek wisata

Kondisi yang sama juga terjadi di Kabupaten Bandung Barat di antaranya di Lembang, Dago Giri, Punclut, Cimenyan dan sekitarnya yang semula kawasan hijau kini berubah menjadi hutan beton vila-vila elit serta objek wisata.

"Dari Lembang Bandung Barat sampai Subang, potensi bencana banjir dan longsor dapat terjadi kapan saja. Ini akibat cekungan Bandung sudah tidak dapat menopang mangkuk dibawahnya," kata Dedi, Senin 1 Desember 2025.

Tak hanya itu, kata Dedi, ancaman gempa juga bisa kapan saja terjadi yang disebabkan patahan sesar Lembang. Jika di Sumatera gelondongan kayu meluncur masuk ke pemukiman, kata dia, maka di Bandung Raya terjadi bencana banjir dan longsor bisa saja lumpur dan bangunan yang menerpa kawasan pemukiman penduduk.

"Kami selain menyatakan solidaritas terhadap bencana Sumatera,kami juga dari FK3I Pusat mengajak warga Jawa Barat untuk mulai kritis terhadap situasi ancaman yang tidak dijamin oleh pemerintah ini," ujarnya.

Menurutnya, sikap kritis masyarakat bisa dilakukan dalam kontek tatanan penataan atau pembongkaran dan pemulihan secara sporadis. Dari mulai kawasan Bandung Utara hingga ke Bandung Selatan, berbagai bangunan beton harus dibongkar dan alam dipulihkan kembali kepada fungsinya.

"Apakah kita ini aman dari ancaman bencana ekologis. Dimana salah satu faktornya adalah cuaca yang tidak menentu, ini opini yang harus terus dibangun untuk meningkatkan kesadaran bersama masyarakat Jawa Barat," katanya.


Editor : Doni Ramdhani