Gali Kuliner Khas Daerah, Disperindag Jabar Gandeng Bifhex Helat Festival Keanekaragaman Makanan Berbahan Baku Lokal
Guna menggali potensi kuliner daerah berbahan baku lokal, Disperindag Jabar menggandeng Bandung International Food and Hospitality Expo (Bifhex) menghelat festival keanekaragaman makanan berbahan baku lokal di Sudirman Grand Ballroom, pada 2-5 Februari mendatang.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Bandung - Guna menggali potensi kuliner daerah berbahan baku lokal, Disperindag Jabar menggandeng Bandung International Food and Hospitality Expo (Bifhex) menghelat festival keanekaragaman makanan berbahan baku lokal di Sudirman Grand Ballroom, pada 2-5 Februari mendatang.
Kepala Disperindag Iendra Sofyan mengatakan, dalam gelaran tersebut 27 pemberdayaan dan kesejahteraan keluarga (PKK) dari kota/kabupaten se-Jabar akan unjuk gigi. Mereka menyajikan kuliner terbaik makanan berbahan baku lokal.
Diharapkan, melalui kegiatan ini dapat mendorong kesejahteraan masyarakat di daerah masing-masing, setelah ditindaklanjuti oleh stakeholder terkait untuk dipasarkan lebih massif di kemudian hari.
"Kegiatan ini kuncinya kolaborasi, kami dari dinas dan implementasinya dengan PKK sebagai ujung tombak. Ini berpengaruh dengan inflasi yang lagi ramai sekarang, karena penyebab inflasi naiknya bahan pokok dan makanan. Kita ingin mengembangkan produk lokal dan mengolah makanan berbahan baku lokal dari daerah masing-masing," ujarnya saat Jabar Punya Informasi (Japri) Volume 112 di Aula Timur Gedung Sate, Selasa 31 Januari 2023.
Selain PKK, kata Iendra, lomba juga dilakukan untuk SLTA/SMK sederajat. Dimana beberapa kriteria utama menjadi prioritas, mulai dari bahan baku yang digunakan, kandungan gizi, pengemasan hingga estetika produk. Ini tidak lepas diharapkan dapat menstimulasi inovasi dari generasi muda, dalam mengolah makanan agar menjadi tren dan kebanggaan Jawa Barat.
Dia menambahkan, sejauh ini 27 PKK dari kota/kabupaten dan 23 SMK sudah siap bersaing dalam perhelatan ini, untuk menampilkan sajian kuliner unik dari daerah masing-masing, yang berbahan baku lokal sesuai khas daerah.
"Peserta PKK 27 yang mewakili kota/kabupaten. Untuk SLTA untuk lomba pengolahan makanan itu sudah 23 peserta. Tapi kita harap bisa sebanyak-banyaknya yang ikut," harapnya.
Sementara itu, Ketua Tim Penggerak PKK Jabar Atalia Praratya menambahkan, kegiatan ini bertujuan untuk membangun ketahanan pangan mandiri di tengah masyarakat. Sehingga diharapkan di kemudian hari, masyarakat tidak lagi harus membeli semua kebutuhan untuk makanan di pasar, namun bisa didapat di halaman rumah masing-masing.
"Alhamdulillah dalam kegiatan itu fokus pada ketahanan pangan mandiri. B2SA (Beragam, bergizi, seimbang dan aman). Kita mendorong masyarakat ada ketahanan pangan. Didorong bercocok tanam di halaman mereka untuk ketahanan pangan, memanfaatkan halaman sekitar. Program ini kami ingin tidak melupakan bahwa sumber pangan di Indonesia luar biasa. Semua ada, semua jadi. Bahan pokok bukan hanya beras, kita punya singkong, sorgum, porang," terangnya.
Selain itu, kreativitas generasi muda dalam mengolah makanan berbahan baku lokal juga diharapkannya dapat terasah dalam kegiatan tersebut, khususnya untuk menciptakan produk baru yang identik dengan daerah masing-masing dan tentunya sesuai kriteria perlombaan.*** (yuliantono)
Editor : Doni Ramdhani

