Gedung Sate Terintegrasi Lapangan Gasibu, Dedi Mulyadi Klaim Peralihan Jalan Diponego

Halaman depan Gedung Sate dalam waktu dekat akan terintegrasi dengan Lapangan Gasibu. Penggabungan itu berdampak dengan penutupan Jalan Diponegoro permanen.

Gedung Sate Terintegrasi Lapangan Gasibu, Dedi Mulyadi Klaim Peralihan Jalan Diponego
Gubernur Jabar Dedi Mulyadi mengklaim peralihan Jalan Diponegoro ini membuat warga yang melintas ke Gedung Sate, Lapangan Gasibu, dan Jalan DIponegoro lebih nyaman. (dok)

INILAHKORAN.ID - Halaman depan Gedung Sate dalam waktu dekat akan terintegrasi dengan Lapangan Gasibu. Penggabungan itu berdampak dengan penutupan Jalan Diponegoro secara permanen, yang menjadi pembatas dua titik tersebut.

Seiring dengan penutupan tersebut, bila sebelumnya warga yang ingin melintas dari arah Jalan Supratman tinggal lurus, sekarang dialihkan ke Jalan Sentot Alibasyah, melewati ruas jalan baru di dekat Flyover Pasupati, kemudian masuk ke Jalan Majapahit untuk kembali masuk ke Jalan Diponegoro, melewati ruas jalan yang ditutup.

Namun dari arah sebaliknya, akan diarahkan melalui Jalan Majapahit, kemudian masuk ke Jalan Pasupati lalu dibelokkan ke Jalan Sentot Alibasyah bila ingin menuju Jalan Supratman.

Gubernur Jabar Dedi Mulyadi mengklaim peralihan Jalan Diponegoro ini membuat warga yang melintas lebih nyaman.

Dedi mengaku, tidak ada lagi warga yang protes dengan adanya peralihan jalan, seiring dengan penutupan Jalan Diponegoro untuk penataan kawasan Gedung Sate terintegrasi Lapangan Gasibu.

"Yang protes yang di mana? Perasaan sekarang sudah nggak protes deh. Perasaan sekarang tuh nggak protes. Protes dulu-dulu, ketika asumsinya jalan ditutup, tetapi ketika sekarang jalan melingkar dan lebih nyaman," ujar Dedi, Kamis (16/7/2026).

Dia memastikan, warga lebih nyaman melintas dengan adanya perubahan jalur di kawasan tersebut. Bahkan dia mengaku telah menjajal rute tersebut sebanyak tiga kali.

"Justru sekarang tuh akses dari Diponegoro ke Pasupati enggak usah muter lagi. Jadi perasaan sudah nyaman deh. Saya udah tiga kali lewat situ sekarang," aku Dedi.


Editor : Doni Ramdhani