Gegara Atap Jebol dan Bocor, Aktivitas Belajar di SDN 2 Jambudipa Cisarua KBB Terganggu 

Dunia pendidikan di Kabupaten Bandung Barat (KBB) kembali menjadi sorotan publik lantaran ditemukannya ruang kelas SDN 2 Jambudipa Cisarua KBB yang kondisinya memprihatinkan.

Gegara Atap Jebol dan Bocor, Aktivitas Belajar di SDN 2 Jambudipa Cisarua KBB Terganggu 
Inilah kondisi atap plafon di SDN 2 Jambudipa Cisarua KBB itu jebol dan bocor akibat terus terkena air hujan yang menetes dari genteng. (agus satia negara)

INILAHKORAN, Ngamprah - Dunia pendidikan di Kabupaten Bandung Barat (KBB) kembali menjadi sorotan publik lantaran ditemukannya ruang kelas SDN 2 Jambudipa Cisarua KBB yang kondisinya memprihatinkan.

Pasalnya, kondisi atap plafon di SDN 2 Jambudipa Cisarua KBB itu jebol dan bocor akibat terus terkena air hujan yang menetes dari genteng.

Akibatnya, para guru terpaksa harus menyediakan ember saat hujan mengguyur untuk menampung air agar tidak membanjiri ruang kelas SDN 2 Jambudipa Cisarua KBB.

Bahkan, saat hujan dengan intensitas tinggi, sebagian murid terpaksa duduknya harus pindah bergeser ke bagian ruangan kelas yang tidak bocor. 

"Sebagian kelas di sini memang kondisinya bocor, terutama di bangunan lama yang dibangun tahun 2010, dan belum ada renovasi sampai sekarang," kata Kepala SDN 2 Jambudipa Cisarua KBB Dedeh Sumardiah kepada wartawan belum lama ini. 

Ia menyebut, bangunan kelas yang kondisinya rawan ada enam ruangan kelas plus satu kamar mandi yang berada dalam satu deret atap bangunan. 

"Kebocoran ruangan kelas itu sangat mengganggu aktivitas belajar dan sudah sejak lama terjadi setiap kali hujan turun," sebutnya.

Ia mengaku, pihaknya bukan tidak ingin memperbaiki kebocoran di bagian atap, namun kondisi bangunan atap yang sudah lapuk terlalu berisiko jika ada yang naik ke atap untuk menutup lubang-lubang yang bocor. 

Alhasil, sambung dia, kebocoran dibiarkan, namun lama kelamaan justru semakin merembet dan merusak plafon. 

"Di bangunan kelas yang rusak ini terdiri dari kelas satu dua kelas, lalu kelas 3, 6, 5, dan kamar mandi," ucapnya.

"Kami takut kalau ini dibiarkan, karena mengancam keselamatan guru dan murid yang totalnya ada 273 siswa," sambungnya.

Sementara itu, guru kelas tiga Titin Ahdiantini menambahkan, di ruangan kelasnya bahkan terdapat dua titik kebocoran di bagian depan dan belakang kelas. 

Menurutnya, kondisi paling parah di bagian belakang karena plafonnya sudah jebol dan air mengucur deras ketika hujan.

"Jadi harus diwadahi oleh ember agar tidak mengenai meja dan kursi," ujarnya.

"Kelas tiga ini ada 37 siswa kalau hujan ya duduknya digeser ke yang gak bocor, jadi desak-desakan. Terus karena atapnya udah jebol khawatirnya ambruk menimpa siswa," tandasnya.*** (agus satia negara)


Editor : Doni Ramdhani