Gegara Saluran Rusak, Jalan di Wilayah Cipageran Cimahi Ambles
Peristiwa tanah ambles kembali terjadi di Kota Cimahi. Kali ini, terjadi di jalan yang berada di kawasan RW 07 Anggaraja, Kelurahan Cipageran, Kecamatan Cimahi Utara.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Cimahi - Peristiwa tanah ambles kembali terjadi di Kota Cimahi. Kali ini, terjadi di jalan yang berada di kawasan RW 07 Anggaraja, Kelurahan Cipageran, Kecamatan Cimahi Utara.
Peristiwa amblesnya jalan di wilayah tersebut terjadi pada Minggu 13 Juli 2025 malam lantaran dipicu saluran rusak akibat sudah lama tergerus air.
Mendapati laporan yang langsung masuk, Wali Kota Cimahi Ngatiyana langsung menginstruksikan dinas terkait untuk menindaklanjuti dan mempercepat penanganan kerusakan.
"Laporan jalan ambles itu masuk ke saya sekitar jam 21.00 WIB. Jadi hari ini saya di Kelurahan Cipageran, di RW 07 Anggaraja, di mana tadi malam terjadi amblasnya saluran air sehingga mengganggu perjalanan atau lalu lintas," kata Ngatiyana usai meninjau lokasi, Senin 14 Juli 2025.
"Kemudian, kita sampaikan kepada kepala-kepala dinas, besok harus segera ditindaklanjuti," sambungnya.
Menurutnya, perbaikan saluran dan badan jalan langsung dikerjakan pada hari itu juga agar aktivitas warga segera pulih seperti semula.
"Alhamdulillah hari ini kita laksanakan perbaikan dan pembangunannya, sehingga nanti cepat selesai kita lakukan dan bisa bermanfaat kembali lalu lintas di area ini," tuturnya.
Saluran air yang jebol, lanjut Ngatiyana, memang sudah lama mengalami kerusakan karena tergerus air secara terus-menerus. Selain itu, saluran sodetan di bawah lokasi sebelumnya sempat dibangun untuk mengurangi debit air yang menyebabkan banjir.
"Karena memang selokan saluran air ini sudah lama, sudah tergerus. Kemudian waktu itu kita membuat saluran sodetan juga di bawah sana, sudah mengurangi debit air yang sering banjir. Ya mungkin ini sudah tua dan perlu perbaikan," bebernya.
Pihaknya memastikan, tak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Bahkan warga sempat menyaksikan detik-detik saat badan jalan mulai menunjukkan tanda-tanda ambles.
"Dari kejadian ini tidak ada korban jiwa. Malah dilihat dan ditonton ketika detik-detik jalan ini akan ambles, karena proses akan amblesnya ini kelihatan. Makanya semua dalam keadaan siaga," ujarnya.
Ngatiyana menyebut, pihaknya menargetkan perbaikan selesai dalam waktu satu bulan. Namun jika dalam proses ditemukan kerusakan di area lain yang berdekatan, maka bakal dilakukan perbaikan menyeluruh untuk mencegah kejadian serupa terulang kembali.
"Perbaikan ini ditargetkan satu bulan. Tapi jika di sebelahnya nanti perlu perbaikan juga, akan kita lakukan perbaikan semuanya, sehingga tidak terjadi lagi jalan ambles," tandasnya. ***
Editor : JakaPermana

