Dua Tahun Tak Kunjung Diperbaiki, Warga Khawatirkan Jalan di Desa Tugumukti Makin Ambles
Kondisi jalan ambles di Kampung Tugu RT 01/07, Desa Tugumukti, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat (KBB) yang sudah lebih dari dua tahun terakhir tak kunjung diperbaiki menjadi kekhawatiran warga.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Ngamprah - Kondisi Jalan Ambles di Kampung Tugu RT 01/07, Desa Tugumukti, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat (KBB) yang sudah lebih dari dua tahun terakhir tak kunjung diperbaiki menjadi kekhawatiran warga.
Pasalnya, jalan tersebut merupakan akses jalan yang menghubungkan Kecamatan Cisarua, Kecamatan Ngamprah dan Kecamatan Cikalongwetan.
Kendati demikian, sejak ambles hanya kendaraan kecil yang diperbolehkan melintas jalan tersebut. Sementara, untuk kendaraan dengan tonase lebih dari satu ton dilarang melintas.
Melihat kondisi tersebut, warga mengaku resah lantaran khawatir Jalan Ambles bakal semakin melebar.
Terutama, saat kondisi hujan terus mengguyur di wilayah tersebut karena bisa membuat tanah menjadi labil. Bahkan, bis saja tanah itu kembali ambles ke jurang sedalam lebih 50 meter.
"Sekitar dua tahun jalan ini belum ada tanda-tanda bakal diperbaiki. Padahal, yang ngontrol ke sini banyak," kata Titing (57) warga yang tak jauh dari lokasi jalan amblas tersebut, Kamis 23 Februari 2023.
Bahkan, sambung dia, rumah adik dan ibunya sudah ada yang mengalami retak-retak di bagian dindingnya.
Ia mengaku khawatir hal itu imbas dari tanah yang sudah labil dan jalan yang tersisa satu lajur dan berdekatan dengan rumah kerabatnya terus menerus dilintasi kendaraan.
"Bisa jadi dari getarannya, mungkin tanahnya labil. Makanya kalau kendaraan berat pengangkut sayuran atau material bangunan tidak dibolehkan lewat," ujarnya.
Terpisah, Kepala Desa Tugumukti Nandang Suherman mengaku, jika jalan yang ambles itu merupakan jalan kabupaten yang kewenangannya di Pemda KBB.

Meski begitu, hingga saat ini pihaknya belum mendapatkan kabar kapan jalan tersebut bakal diperbaiki lantaran belum ada tanda-tanda akan ditangani dalam waktu dekat.
"Sampai sekarang belum ada info kapan mau diperbaiki. Makanya saya beserta Kepala Desa Pasirlangu, Cipada 2, dan Sadangmekar sudah melayangkan surat ke PUTR mempertanyakan kapan akan diperbaiki," bebernya.
Menurutnya, saat digelar Musrenbang tingkat Kecamatan Cisarua pun, hal tersebut juga sudah disampaikan agar menjadi perhatian Pemda Bandung Barat.
Bahkan, beberapa opsi juga sudah disampaikan seperti melakukan pelebaran jalan ke arah atas. Namun, konsekuensinya adalah harus membebaskan lahan dan bangunan milik warga.
"Perhitungan kasar kami butuh sekitar Rp 1 miliar untuk penanganan kerusakan Jalan Ambles itu," tuturnya.
"Tapi kalau hanya diperkuat di bagian yang amblesnya susah karena kedalaman jurangnya mencapai antara 50-100 meter. Jadi, opsi yang rasional jalan dialihkan ka arah atas," tandasnya.*** (agus satia negara)
Editor : Ghiok Riswoto


