Jalan Ambles, Ratusan Warga Kampung Pasirhonje Ciwidey Terancam Terisolir

Ratusan warga RW 08 Kampung Pasirhonje Desa Sukawening Kecamatan Ciwidey Kabupaten Bandung terancam terisolir. Musababnya, ada jalan ambles di dekat jembatan. 

Jalan Ambles, Ratusan Warga Kampung Pasirhonje Ciwidey Terancam Terisolir
Ketua RW 08 Kampung Pasirhonje Herman mengatakan, jalan ambles akibat pergeseran tanah di Ciwidey itu terjadi sejak empat bulan lalu. Namun, hingga saat ini belum mendapatkan penangan dari pemerintahan daerah. (rd dani r nugraha)

INILAHKORAN, Soreang - Ratusan warga RW 08 Kampung Pasirhonje Desa Sukawening Kecamatan Ciwidey Kabupaten Bandung terancam terisolir. Musababnya, ada jalan ambles di dekat jembatan. 

Ketua RW 08 Kampung Pasirhonje Herman mengatakan, jalan ambles akibat pergeseran tanah di Ciwidey itu terjadi sejak empat bulan lalu. Namun, hingga saat ini belum mendapatkan penangan dari pemerintahan daerah.

Dia mengaku adanya jalan amles dan keretakan di Kampung Pasirhonje Ciwidey itu sudah dilaporkan kepada pemerintahan desa setempat. Namun, empat bulan berlalu belum juga ada penanganan.

Padahal, jalan ambles ini adalah satu-satunya jalan bagi masyarakat. Artinya, dengan amblesnya jalan tersebut ratusan warga terancam terisolir. Bahkan, jalan ambles itu masih terus terjadi hingga sekarang

“Paling parah, amblesnya terjadi pada Jumat siang. Sudah ada tanda-tanda retak sejak sekitar 4 bulan. Sudah melaporkan kepada pihak desa, soalnya tidak ada lain  ke RW 08. Ada sekitar 688 jiwa dari 240 KK dari 3 RT 1 RW bisa terisolir, karena ini jalan keluar masuknya warga, kalau putus roda perekonomian warga juga ikut terputus," kata Herman, Minggu 14 Mei 2023.

Sedangkan, Kepala Desa Sukawening Hamdani Sukmana membenarkan adanya kejadian tersebut. Ia  yang mengaku telah melaporkan retaknya jalan tersebut kepada instansi terkait.

“Waktu pertama kali ada pergerakan tanah ambles walaupun tidak begitu parah,  kami sudah mengirimkan surat permohonan perbaikan, agar tidak bertambah parah,” katanya.

Menurut Hamdani, penyebab jalan ambles karena adanya resapan air persawahan. Sebagai informasi, jalan tersebut memiliki panjang 40 meter dan lebar tiga meter.

Sementara itu, Bupati Bandung Dadang Supriatna mengaku telah menginstruksikan ke OPD terkait untuk segera menangani bencana pergerakan tanah yang mengakibatkan amblasnya jalan desa di Kampung Pasirhonje, RW 08, Desa Sukawening, Kecamatan Ciwidey itu.

Menurut Dadang, meski jalan tersebut berstatus jalan desa namun jika desa dan kecamatan mengajukan bantuan penanganan, maka akan segera ditindaklanjut OPD terkait yakni Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR) Kabupaten Bandung.

"Pihak Kecamatan Ciwidey sudah mengajukan surat ke DPUTR dan BPBD, termasuk ke BBWS. Saya sudah instruksikan agar BPBD dan DPUTR untuk segera melakukan langkah penanganan bencana pergerakan tanah yang mengakibatkan amblesnya jalan di Kampung Pasirhonje Ciwidey tersebut, dan berkordinasi dengan pihak BBWS," kata Dadang.

Dadang menjelaskan, amblesnya jalan desa tersebut termasuk kategori bencana sehingga dalam penangannya bisa dengan mengeksekusi Bantuan Tidak Terduga (BTT) dari APBD. 

Berdasarkan hasil assesment pihak Kecamatan Ciwidey, amblesnya jalan tersebut kemungkinan terpengaruh jembatan yang melintas di atas Sungai Cangkorah. Selain itu juga kondisi tanah yang labil, sehingga berdampak pada kerusakan tembok penahan tanah (TPT) yang dibangun tiga tahun yang lalu.

"Kalau jembatannya masih utuh, hanya ada sedikit kerusakan para bagian sayap jembatan, karena terpengaruh oleh kondisi TPT yang amblas akibat air dari sawah yang meresap ke TPT. Jadi yang ambles itu jalan Desa di Pasirhonje. Jalannya juga jalan buntu, bukan jalan penghubung," ujarnya.*** (rd dani r nugraha)


Editor : Doni Ramdhani