Usai Diduga Menghilang, Iptu Rudiana Ayah Eky Tiba-tiba Muncul di Makam Sang Anak
Setelah disebut-sebut menghilang pasca Pegi Setiawan dibebaskan atas kasus kematian Vina Cirebon, ayah Eky, Iptu Rudiana mendadak muncul ke publik.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Bandung - Setelah disebut-sebut menghilang pasca Pegi Setiawan dibebaskan atas kasus kematian Vina Cirebon, ayah Eky, Iptu Rudiana mendadak muncul ke publik.
Dalam video yang beredar di media sosial, Iptu Rudiana muncul saat mendatangi makam Eky.
Menurut pengakuannya, alasan menghilang dari hadapan publik karena masih mempunyai tugas dan tanggung jawab sebagai seorang polisi.
Selain itu, Iptu Rudiana juga mengaku dirinya tidak bisa memberikan informasi sebebas-bebasnya tentang kasus kematian Vina dan muncul kapan saja.
Di sisi lain, Iptu Rudiana membantah dengan tegas soal pernyataan-pernyataan yang selama ini menuduhkan dirinya.
Akibat kasus ini, Iptu Rudiana mengatakan keluarganya menjadi kesulitan dan mengalami tekanan.
"Sangat berat, kami sekeluarga tetap tabah, yakinlah bahwa kebenaran itu dilindungi Allah," ujar Rudiana.
Sebelumnya, nama Iptu Rudiana disebut-sebut telah meminta saksi kunci Dede dan Aep untuk memberikan keterangan palsu.
Dede mengaku setelah tewasnya Vina dan Eky, dirinya diajak oleh Aep yang juga saksi dalam kasus tersebut untuk bertemu Iptu Rudiana yang saat itu menjabat di bagian Unit Tindak Pidana Narkoba Polres Cirebon.
Menurut keterangan Dede, diriya diminta untuk menjadi saksi atas meninggalnya Eky, anak dari Iptu Rudiana.
"Ya saya tanya pas sudah di dalem, Pak “Aep mau ngapain kesini?” (Dijawab) “buat jadi saksi anaknya Pak Rudiana,” katanya.
"Ya saya bilang ke pak Rudiana pada saat itu, Pak buat dijadikan saksi apa?” anak saya meninggal''
Nah, sedangkan saya nggak tahu kejadian itu," ungkapnya.
Dede mengakui jika Rudiana mengarahkannya untuk menceritakan kesaksian palsu. Keterangan palsu itu jugalah yang dijadikan BAP kepolisian.
Dede menyebut, saat itu dia tak berani melawan lantaran merasa berada dalam tekanan.
"Sebenernya mah hati saya sebenernya nggak mau pak, kan saya sudah bilang juga pak saya tidak tau kejadian itu sama sekali dengan Aep sama pak Rudiana," kata Dede.
"Nah pada saat itu kan saya rakyat kecil, Pak, saya nggak ngerti hukum. Sekolah pun hanya SMP, saya merasa takut ketika sudah di dalam pak, saya bisa apa di situ (kantor polisi), Pak?," samubungnya.***
Editor : Firda Rachmawati


