Gelombang Tinggi Masih Ancam Pantai Utara dan Selatan Jabar

Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengimbau masyarakat, untuk mewaspadai gelombang tinggi di pantai utara dan selatan Jabar.

Gelombang Tinggi Masih Ancam Pantai Utara dan Selatan Jabar
Pada laporan, Prakirawan BMKG Rangga Setya Pratama menyebutkan kondisi sinoptik pola angin di perairan Jakarta dan Jawa Barat bagian urara umumnya bergerak dari barat daya hingga barat laut dengan kecepatan angin berkisar 8-20 knot. (tangkapan layar)

INILAHKORAN.ID - Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengimbau masyarakat, untuk mewaspadai gelombang tinggi di pantai utara dan selatan Jabar.

Dalam surat bernomor ME.01.02/PDGT/01/KTJP/I/BMKG-2026 tentang informasi tinggi gelombang, diperkirakan bakal terjadi gelombang tinggi antara 1,25-2,5 meter pada 2-5 Januari 2026.

Pada laporan, Prakirawan BMKG Rangga Setya Pratama menyebutkan kondisi sinoptik pola angin di perairan Jakarta dan Jawa Barat bagian urara umumnya bergerak dari barat daya hingga barat laut dengan kecepatan angin berkisar 8-20 knot.

"Sedangkan di wilayah Jabar bagian selatan, umumnya bergerak dari selatan hingga barat dengan kecepatan angin berkisar 6-15 knot," katanya dalam keterangan resmi BMKG yang dikutip INILAHKORAN.ID, Kamis 1 Januari 2026.

Kecepatan angin tertinggi terpantau terjadi di perairan Kepulauan Seribu, Teluk Jakarta, Bekasi, Karawang, Subang, Indramayu dan perairan Cirebon yang juga dapat berkontribusi terhadap tinggi gelombang.

Selain itu, gelombang tinggi juga berpotensi terjadi di perairan Pangandaran, Sukabumi, Garut, Cianjur dan Tasikmalaya.

"Berisiko terhadap keselamatan pelayaran. Perahu nelayan, apabila kecepatan angin mencapai 15 knot dan tinggi gelombang mencapai 1,25 meter. Kapal tongkang, apabila kecepatan angin mencapai 16 knot dan tinggi gelombang mencapai 1,5 meter," paparnya.


Editor : Doni Ramdhani