Gepeng Marak di Jalan Otto Iskandar Dinata Soreang, Pemerhati Sosial Minta Pemkab Bandung Serius Ngurus Isi Perut Rakyatnya

Pemerhati sosial Cecep Wijaya mengaku prihatin dengan maraknya gelandangan dan pengemis (gepeng) yang beraktivitas di sepanjang Jalan Raya Otto Iskandar Dinata Soreang (Jalan Gading Tutuka). 

Gepeng Marak di Jalan Otto Iskandar Dinata Soreang, Pemerhati Sosial Minta Pemkab Bandung Serius Ngurus Isi Perut Rakyatnya
Menurutnya, fenomena banyaknya gepeng di sejumlah ruas jalan di Kabupaten Bandung merupakan fakta dan kondisi nyata yang ada di tengah-tengah masyarakat kita. (rd dani r nugraha)

INILAHKORAN.ID - Pemerhati sosial Cecep Wijaya mengaku prihatin dengan maraknya gelandangan dan pengemis (gepeng) yang beraktivitas di sepanjang Jalan Raya Otto Iskandar Dinata Soreang (Jalan Gading Tutuka). 

Menurutnya, fenomena banyaknya gepeng di sejumlah ruas jalan di Kabupaten Bandung merupakan fakta dan kondisi nyata yang ada di tengah-tengah masyarakat kita.

"Himpitan ekonomi itu nyata adanya dan dirasakan betul oleh sebagian besar masyarakat kita. Karena sulitnya lapangan kerja, kemudian pendidikan rendah serta tak punya keahlian atau keterampilan ditambah dengan kemiskinan, akhirnya memaksa orang-orang ini turun ke jalan ambil jalan pintas dengan menjadi gepeng," kata Cecep di Soreang, Selasa 2 Desember 2025.

Cecep menjelaskan, fenomena itu juga semakin menandaskan jika jurang pemisah atau gap antara kelompok menengah keatas dan kelompok masyarakat miskin itu semakin lebar. Dimana pertumbukan kota yang menyuguhkan berbagai kemewahan berbanding terbalik dengan adanya para gepeng yang juga mencoba mengais rezeki dengan menjual iba. 

"Kalau pemerintah suka menggampangkan ya, atau mungkin berkelit dengan menyodorkan sejumlah angka. Seperti angka pertumbuhan ekonomi yang bagus, inflasi yang aman dan lain sebagainya. Tapi kenyataannya, setiap hari masyarakat miskin terus bertambah setiap hari, setiap hari juga ada orang yang kehilangan pekerjaannya, mulai dari korban PHK, kemudian pedagang sepi usahanya, sopir angkutan umum yang kehilangan penumpang dan lain sebagainya," jelasnya. 

Alangkah baiknya, lanjut Cecep, pemerintah baik pusat maupun daerah, bersungguh-sungguh mencarikan jalan keluar dari kebuntuan ekonomi rakyat ini. Jangan menunggu, semakin banyak masyarakat yang semula kelas menengah kini menjadi miskin ekstrem gara-gara himpitan ekonomi.

"Bersungguh-sungguhlah pemerintah. Jangan sekadar lips service saja dalam mengurus isi perut rakyat ini. Jangan hanya bagus di media saja, tapi kenyataannya dimasyarakat rakyat yang susah semakin banyak," kata Cecep yang juga pegiat komunitas Bahasa Inggris online itu.

Diberitakan sebelumnya, Warga Kecamatan Soreang Kabupaten Bandung, menyayangkan banyaknya gelandangan dan pengemis (gepeng) yang sehari-hari mengadahkan tangan mengharap ibu kepada para pengguna jalan disepanjang Jalan Raya Otto Iskandar Dinata atau Gading Tutuka Soreang. 

Berdasarkan pantauan INILAHKORAN, di sepanjang Jalan Raya Otto Iskandar Dinata itu dapat dengan mudah ditemui para gepeng yang mengais rejeki. Mulai dari orang tua hingga anak-anak usia sekolah terlihat berada di jalanan. Selain berpakaian kumal, sebagian dari  mereka juga ada yang terlihat membawa karung berisi rongsokan. 

Titik kumpul para gepeng itu biasa terlihat di depan Pasar Ikan Modern (PIM) Soreang. Biasanya, sebelum menyebar, mereka yang terdiri dari orang tua laki-laki, perempuan hingga anak-anak usia sekolah duduk-duduk di trotoar jalan. 

Apalagi, jika hari Jumat jumlah gepeng yang ada di depan PIM Soreang ini terlihat lebih banyak dari biasanya. Mereka berharap sedekah Jumat dari para pengguna jalan dan pejalan kaki yang kebetulan melintas di tempat itu.


Editor : Doni Ramdhani