Warga Minta Pemkab Bandung Tidak Buta Terkait Banyaknya Gepeng di Sepanjang Jalan Otto Iskandar Dinata Soreang
Warga Kecamatan Soreang Kabupaten Bandung menyayangkan banyaknya gelandangan dan pengemis (gepeng) yang sehari-hari mengadahkan tangan mengharap iba kepada para pengguna jalan. Keberadaan mereka banyak tersebar di sepanjang Jalan Raya Otto Iskandar Dinata atau Gading Tutuka Soreang.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN.ID - Warga Kecamatan Soreang Kabupaten Bandung menyayangkan banyaknya gelandangan dan pengemis (gepeng) yang sehari-hari mengadahkan tangan mengharap iba kepada para pengguna jalan. Keberadaan mereka banyak tersebar di sepanjang Jalan Raya Otto Iskandar Dinata atau Gading Tutuka Soreang.
Berdasarkan pantauan INILAHKORAN.ID, di sepanjang Jalan Raya Otto Iskandar Dinata itu dapat dengan mudah ditemui para gepeng yang mengais rejeki. Dari mulai orang tua hingga anak-anak usia sekolah terlihat berada di jalanan. Selain berpakaian kumal, sebagian dari mereka juga ada yang terlihat membawa karung berisi rongsokan.
Titik kumpul para gepeng ini, biasa terlihat didepan Pasar Ikan Modern (PIM) Soreang. Biasanya, sebelum menyebar, mereka yang terdiri dari orang tua laki-laki, perempuan hingga anak-anak usia sekolah duduk-duduk ditrotoar jalan. Apalagi, jika hari Jumat jumlah gepeng yang ada didepan PIM Soreang ini terlihat lebih banyak dari biasanya. Mereka berharap sedekah Jumat dari para pengguna jalan dan pejalan kaki yang kebetulan melintas di tempat itu.
"Ironis juga sih, kok banyak gepeng dibiarkan di sepanjang jalan ini. Bukannya tidak kasihan, tapi kan seharusnya pemerintah daerahnya bertanggungjawab dong, apalagi PIM tempat mereka duduk-duduk itu bersebelahan dengan Kantor Desa Cincin. Bahkan Kantor Pemkab Bandung tempat Bupati Dadang ngantor juga jaraknya cuma sekitar 2 kilometer, kok pemerintahnya enggak peduli gitu ya," kata Ridwan (27) salah seorang pejalan kaki di Jalan Raya Otto Iskandar Dinata, Kecamatan Soreang, Senin 1 Desember 2025.
Bahkan, kata Ridwan, selain di sekitaran PIM, para gepeng itu kerap kali terlihat duduk-duduk dan beraktivitas disekitaran Kantor Samsat Provinsi Jawa Barat yang juga masih berada di Jalan Raya Otto Iskandar Dinata, Soreang.
Meski tak berbuat onar, namun keberadaan gepeng itu sangat kontras dengan keadaan di sekitarnya. Di kawasan jalan tersebut terdapat deretan toko, kafe, resto, perumahan hingga perkantoran yang rata-rata bangunannya cukup mentereng dan modern.
"Masa di sepanjang jalan perkotaan yang ramai dan ibaratnya Jalan Otto Iskadar Dinata itu pusatnya keramaian ibu kota Kabupaten Bandung lah, tapi kok banyak gepeng berkeliaran. Enggak elok juga sih kelihatannya," ujar Ridwan.
Keresahan yang sama juga diungkapkan warga Soreang lainnya, Emma (55) mengaku risih ketika berjalan-jalan dan singgah di toko atau kafe di sepanjang jalanan itu. Karena, baru saja duduk di tempat makan atau hendak belanja disalah satu toko atau warung, gepeng dan pengamen segera menghampiri.
"Risih juga sih, kita lagi makan atau mau belanja tiba-tiba dihampiri pengemis dan pengamen. Bukannya kita enggan beramal, cuma kan kalau orang belanja atau mau makan itu butuh ketenangan dan kenyamanan, ya harusnya sih ditertibkan oleh pemerintahannya dong," katanya.
Alangkah baiknya, lanjut Emma, jika pemerintah setempat menertibkan. Para gepeng dan pengamen ini, ditampung di tempat rehabilitasi sosial, diberikan pelatihan keterampilan keahlian agar mereka bisa mandiri mempunyai pekerjaan atau berwirausaha.
"Itu kan kewajiban pemerintah memberikan keamanan, kenyamanan kepada warganya. Seperti di sepanjang jalan ini kan mereka yang punya toko dan kafe itu ingin kenyamanan enggak diganggu sama gepeng pengunjungnya. Di sisi lain, pemerintah juga punya kewajiban mengurus para gepeng dan pengamen itu agar mereka mandiri, punya pekerjaan atau punya usaha sendiri," tuturnya.
Editor : Doni Ramdhani
