Glamping Lakeside Situ Patengang Suguhkan Pengalaman Duduk Melayang di Atas Air dengan Keranjang Sultan

Duduk dikursi yang dinamai Keranjang Sultan dan melayang di atas permukaan air dengan pemandangan alam yang indah di Situ Patengang Kecamatan Rancabali Kabupaten Bandung, menjadi sensasi tersendiri bagi pengunjung Glamping Lakeside Situ Patengang.

Glamping Lakeside Situ Patengang Suguhkan Pengalaman Duduk Melayang di Atas Air dengan Keranjang Sultan
Dengan menggunakan kursi yang dinamakan Keranjang Sultan, pengunjung bisa menikmati keindahan alam disekitar Situ Patengang. Dengan cara yang berbeda, yakni duduk melayang melintas diatas permukaan air situ atau danau yang jernih kehijau-hijauan. (rd dani r nugraha)

INILAHKORAN, Soreang - Duduk dikursi yang dinamai Keranjang Sultan dan melayang di atas permukaan air dengan pemandangan alam yang indah di Situ Patengang Kecamatan Rancabali Kabupaten Bandung, menjadi sensasi tersendiri bagi pengunjung Glamping Lakeside Situ Patengang.

Dengan menggunakan kursi yang dinamakan Keranjang Sultan, pengunjung bisa menikmati keindahan alam disekitar Situ Patengang. Dengan cara yang berbeda, yakni duduk melayang melintas diatas permukaan air situ atau danau yang jernih kehijau-hijauan. 

Tentunya, duduk melayang diatas permukaan air setinggi kurang lebih 50 meter dengan panjang kurang lebih 250 meter membuat siapa saja yang mencobanya merasakan sensasi berbeda dari sekedar duduk menikmati keindahan alam Situ Patengang dari tepian.

"Ini pengalaman luar biasa yang menegangkan tapi seru. Dari tengah danau dan diatas permukaan air, kita bisa melihat alam ciptaan Tuhan yang luar biasa, dari tengah danau pandangan kita langsung tertuju ke arah Gunung Patuha, kemudian juga disekeliling danau juga ada hutan yang rimbun hijau dan asri. Pokoknya naik Keranjang Sultan ini punya sensasi dan pengalaman yang enggak biasa deh," kata Adelia (29) salah seorang wisatawan Asal Jakarta yang mencoba Keranjang Sultan di Glamping Lakeside Situ Patengang, Selasa 10 Juni 2025.

Menurut Adelia, keberadaan wahana Keranjang Sultan di tempat itu sebenarnya membuat ia penasaran sejak beberapa bulan lalu. Berbagai unggahan warganet di media sosial yang membahas pengalaman dan keseruan mereka melintas diatas air Situ Patengang, ia penasaran. Maka ada kesempatan berkunjung ke Bandung Selatan, objek wisata alam Glamping Lakeside Situ Patengang menjadi tujuan utamanya.

"Saya lihat diberbagai media sosial dan pemberitaan di media massa yang mengulas tentang Keranjang Sultan ini. Makanya pas ada libur bersama keluarga, saya langsung putuskan untuk datang dan mencoba, dan benar saja pengalaman yang luar biasa top banget," ujarnya. 

Pengelola Glamping Lakeside Patengang, Endang Suherman mengatakan, jika kehadiran wahana Keranjang Sultan ini memang menjadi magnet baru bagi pengunjung yang datang ketempat itu.  Betapa tidak,usai berkeliling mencoba berbagai wahana seperti Golesat, jembatan gantung, flaying fox, perahu Pinisi Resto dan lainnya, pengunjung bisa merasakan sensasi melayang sepanjang 250 meter diatas permukaan air dengan ketinggian sekitar 50 meter, dengan menaiki Keranjang Sultan

"Ini panjangnya sekitar 250 meter, jadi kalau pulang pergi itu sekitar 500 meter. Lama persekali naik Keranjang Sultan ini sekitar 3-4 menit. Satu Keranjang Sultan itu bisa menahan berat hingga 250 kilogram. Ini sangat aman karena standar internasional dan telah melalui berbagai ujicoba," katanya.

Menurut Endang, kehadiran Keranjang Sultan di tempat ini membuat pengunjung semakin betah saja. Apalagi, setelah turun dari Keranjang Sultan, pengunjung juga bisa langsung naik wahana perahu, dimana pengunjung bisa berkeliling menikmati Situ Patengang yang indah dari atas perahu.

"Alhamdulilah kunjungan wisatawan ketempat kami terus meningkat. Kemarin juga saat libur panjang cuti bersama Idul Adha saja peningkatan kunjungan sangat signfikan. Kalah hari biasa sekitar 700-1000 orang, nah saat libur panjang seperti kemarin bisa sampai 3000-4000 orang. Dan rata-rata mereka yang datang kesini ingin mencoba naik Keranjang Sultan," ujarnya.


Editor : Doni Ramdhani