Hadapi Pilkada, Tiga Parpol Kabupaten Cirebon Sepakat Lanjutkan Koalisi Pilpres

Tiga Partai Politik (Parpol) yang ada di Kabupaten Cirebon, melakukan koalisi untuk Pilkada tahun ini. Parpol tersebut masing-masing Partai Golkar, Gerindra dan Demokrat. Mereka sepakat, untuk melanjutkan koalisi Pilpres dan diterapkan di Pilkada Kabupaten Cirebon, bulan November mendatang. Koalisi tersebut dilakukan pada hari Jumat kemarin.

Hadapi Pilkada, Tiga Parpol Kabupaten Cirebon Sepakat Lanjutkan Koalisi Pilpres
Tiga Partai Politik (Parpol) yang ada di Kabupaten Cirebon, melakukan koalisi untuk Pilkada tahun ini. Parpol tersebut masing-masing Partai Golkar, Gerindra dan Demokrat. Mereka sepakat, untuk melanjutkan koalisi Pilpres dan diterapkan di Pilkada Kabupaten Cirebon, bulan November mendatang. Koalisi tersebut dilakukan pada hari Jumat kemarin.

INILAHKORAN, Cirebon - Tiga Partai Politik (Parpol) yang ada di Kabupaten Cirebon, melakukan koalisi untuk Pilkada tahun ini. Parpol tersebut masing-masing Partai Golkar, Gerindra dan Demokrat. Mereka sepakat, untuk melanjutkan Koalisi Pilpres dan diterapkan di Pilkada Kabupaten Cirebon, bulan November mendatang. Koalisi tersebut dilakukan pada hari Jumat kemarin.

"Hari ini, kita mendeklarasikan kesepakatan untuk berkoalisi. Soal siapa nama kandidat yang akan diusung saat Pilkada, itu urusan nanti," kata Ketua DPC Gerindra Kabupaten Cirebon,  Subhan,  hari Jumat kemarin.

Setelah koalisi terbentuk lanjut Subhan, diharapkan kandidat yang diusung nanti bisa meraih kemenangan saat perhelatan lima tahunan itu digelar. Sedangkan koalisi yang telah terbangun, tidak secara otomatis menutup peluang bagi parpol yang lain untuk bergabung. Hanya saja, prioritas utamanya adalah parpol yang sudah bergabung kedalam koalisi indonesia maju (KIM).

"Untuk parpol lain yang mau bergabung masih terbuka. Hanya saja saat ini kami memprioritaskan bagi parpol koalisi 02 saat Pilpres kemarin," ungkapnya.

Sementara itu, Ketua DPD Golkar Kabupaten Cirebon, Teguh Rusiana Merdeka menilai, koalisi tiga parpol sebagai pondasi. Namun, bukan semata-mata demi meraih kemenangan saat kontestasi. Poin utamanya,  menyamakan persepsi Demi memajukan Kabupaten Cirebon.

"Pondasinya ya koalisi ketiga parpol ini. Kita ingin ke depan Kabupaten Cirebon lebih maju lagi," jelasnya.

Menurut Teguh, langkah yang telah dibangun ini adalah bagian dari komunikasi politik. Karena masing-masing parpol didalamnya menyadari, tidak bisa mengusung sendiri dan berkoalisi. Ia meyakini, siapapun nanti yang akan diusung partai koalisinya, akan memenangkan kontestasi.

"Ini akan dibawa ke DPP masing-masing. Semoga bulan November nanti koalisi kami bisa menang Pilkada" paparnya.

Sedangkan Plt Ketua DPC Demokrat Kabupaten Cirebon,  Ratnawati mengaku, pihaknya menyadari Demokrat hanya memiliki 4 kursi. Inilah yang mengharuskan untuk berkoalisi agar bisa mengusung kandidat bupati dan wakil bupati.

"Dan koalisi kami ini, sudah memenuhi. Masuk koalisi besar sebanyak 18 kursi," katanya.

Dia menambahkan, ketiga parpol sepakat untuk tidak memunculkan nama terlebih dulu. Alasannya, karena masing-masing parpol memiliki mekanismenya sendiri.

"Belum mengerucut siapa kandidat yang mau diusung. Kami masih menunggu mekanisme masing-masing Parpol," tukasnya. (maman suharman) ***


Editor : JakaPermana