Harapan Farhan, Penerima Beasiswa Harus Kembali Berkontribusi untuk Bangsa
Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan menekankan, pentingnya menjaga semangat kontribusi bagi Indonesia untuk penerima beasiswa Lembaga Pengelola Dana Pendidikan.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN.ID - Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan menekankan, pentingnya menjaga semangat kontribusi bagi Indonesia untuk penerima beasiswa Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP).
Beasiswa negara bukan hanya sebagai kesempatan menempuh pendidikan, tetapi juga sebagai investasi jangka panjang pembangunan bangsa.
"Itulah sebabnya, energi publik seharusnya diarahkan untuk memastikan lulusan terbaik kembali dan memperkuat pembangunan nasional. LPDP adalah bentuk kepercayaan sekaligus investasi jangka panjang bagi kemajuan bangsa," kata Farhan, Kamis 26 Februari 2026.
Ia menilai, penerima beasiswa negara memiliki tanggung jawab moral kembali ke Indonesia setelah menempuh pendidikan. Pengalaman pribadinya berinteraksi dengan mahasiswa LPDP saat masih menjadi anggota Komisi I DPR RI menunjukkan, sebagian besar mahasiswa memiliki tujuan jelas menambah ilmu dan kembali ke tanah air.
"Rata-rata mereka bilang tujuan mereka ke LPDP adalah menambah ilmu dan tujuannya untuk kembali lagi pulang ke Indonesia. Kontribusi nyata setelah pendidikan adalah wujud nasionalisme yang sesungguhnya, bukan sekadar retorika. Kita jangan menggigit tangan yang menyuapi kita," ucapnya.
Farhan juga mengingatkan agar kisah tragis masa lalu tidak terulang, seperti yang tergambar dalam film Surat dari Praha di mana mahasiswa Indonesia yang dikirim ke Eropa Timur tidak dapat kembali ke tanah air akibat situasi politik pada masanya. "Itu kan tragedi. Para mahasiswa terbaik Indonesia dikirim ke Eropa Timur, tapi karena revolusi akhirnya enggak bisa balik lagi. Itu sedih semua. Dan itu tidak mau kita ulangi," ujar dia.
Selain itu, ia menekankan perlunya bijak dalam bermedia sosial. Kegaduhan publik akibat pernyataan kontroversial bisa mengalihkan perhatian dari masalah strategis bangsa. "Itulah akibat kalau kita tidak cukup bijak memanfaatkan kebebasan berekspresi melalui sosial media. Kegaduhan yang tidak perlu itu bisa mengganggu fokus kita terhadap masalah-masalah yang jauh lebih besar," tandasnya.
Farhan berharap, polemik seputar penerima beasiswa LPDP menjadi pelajaran bagi masyarakat luas dan mahasiswa itu sendiri. Pihaknya mendorong agar lulusan LPDP tetap menjaga etika komunikasi, komitmen kebangsaan dan memanfaatkan kesempatan pendidikan sebagai modal berkontribusi nyata bagi pembangunan Indonesia.***
Editor : JakaPermana

