Harga Plastik Melonjak, Pemkab Cirebon Dorong Perubahan Konsumsi Ramah Lingkungan
Pemkab Cirebon mendorong peralihan ke penggunaan bahan pembungkus yang lebih ramah lingkungan mengingat harga bahan baku plastik naik.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN.ID – Lonjakan harga plastik mulai berdampak pada pola konsumsi masyarakat. Pemerintah Kabupaten Cirebon melihat kondisi ini sebagai momentum untuk mendorong peralihan ke penggunaan bahan pembungkus yang lebih ramah lingkungan.
Wakil Bupati Cirebon, Agus Kurniawan Budiman, menilai ketergantungan terhadap plastik sekali pakai harus segera ditekan, seiring meningkatnya volume sampah plastik setiap tahun.
“Situasi ini harus dimanfaatkan untuk mengubah kebiasaan. Penggunaan plastik sekali pakai perlu mulai dikurangi,” ujarnya, Minggu 12 April 2026.
Dia menjelaskan, pemerintah daerah mendorong masyarakat kembali menggunakan bahan alami seperti daun pisang dan daun jati yang dinilai lebih berkelanjutan serta mudah ditemukan di lingkungan sekitar.
“Bahan alami seperti daun itu bukan hanya alternatif, tapi solusi yang sudah terbukti ramah lingkungan sejak dulu,” ujarnya.
Menurutnya, langkah tersebut tidak hanya menjadi respons atas kenaikan harga plastik, tetapi juga bagian dari strategi mengendalikan volume sampah.
Pemkab Cirebon juga menilai masyarakat sejatinya memiliki tradisi yang mendukung gaya hidup ramah lingkungan. Hal itu tercermin dari penggunaan daun jati dalam sajian khas seperti nasi jamblang yang telah lama dikenal.
“Kita punya kearifan lokal yang sebenarnya sudah lebih dulu ramah lingkungan, tinggal kita hidupkan kembali,” ungkapnya.
Upaya ini diharapkan tidak hanya menekan penggunaan plastik, tetapi juga menguatkan kembali budaya lokal yang selaras dengan prinsip pelestarian lingkungan.
"Justru dengan adanya lonjakan harga plastik, harusnya mendorong masyarakat untuk kembali menggunakan kekayaan alam yang ada. Ini juga potensi besar," paparnya.
Agus mengajak, seluruh elemen masyarakat untuk berperan aktif dalam mengurangi sampah plastik melalui kebiasaan sederhana dalam kehidupan sehari-hari.***
Editor : JakaPermana

