Hasil Survei Indikator Politik Indonesia, Dedi Mulyadi Raih Kepuasan Publik Tertinggi Dibandingkan Gubernur Lain di Pulau Jawa
Lembaga Indikator Politik Indonesia merilis hasil survei terkini, terkait evaluasi publik atas kinerja 100 hari gubernur dan wakil gubernur di Pulau Jawa.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Bandung - Lembaga Indikator Politik Indonesia merilis hasil survei terkini, terkait evaluasi publik atas kinerja 100 hari gubernur dan wakil gubernur di Pulau Jawa.
Salah satunya, survei terhadap kepuasan publik atas kinerja Gubernur Dedi Mulyadi dan Wakil Gubernur Erwan Setiawan di Jawa Barat.
Dalam rilisnya, Rabu 28 Mei 2025, Indikator Politik Indonesia menyatakan kepuasan publik terhadap kinerja Dedi Mulyadi sebagai Gubernur Jabar ada di angka 94,7 persen dengan rincian 41 sangat puas 54 cukup puas, 4 kurang puas, tidak menjawab 1. Angka itu jadi yang paling tinggi dari lima gubernur lain di Pulau Jawa.
Ini merupakan hasil survei Indikator Politik Indonesia periode 12-19 Mei 2025, terkait kepuasan publik terhadap gubernur dan wakil gubernur di Pulau Jawa.
"Dalam survei kalau responden di Jabar kita tanya kepuasan atau ketidakpuasan terhadap Dedi Mulyadi. Di Jawa Barat total 94,7 persen warga Jabar yang puas sama Dedi Mulyadi. Khusus yang menjawab sangat puas tinggi sekali," kata Founder & Peneliti Utama Indikator Politik Indonesia Burhanuddin Muhtadi.
"Yang paling tinggi (dari enam gubernur di Jawa) memang kepuasan terhadap Dedi Mulyadi sebagai gubernur Jawa Barat," lanjutnya.
Burhanuddin juga menjelaskan, tingkat kepuasan publik itu tidak didasari oleh faktor teknokratik semata. Menurut dia, ada juga faktor lain yang menyumbang tingkat kepuasan publik terhadap kinerja pemimpin.
"Studi kami, menunjuk tingkat kepuasan terhadap pemimpin di Indonesia tidak semata-mata karena faktor teknokratik. Jadi bukan semata-mata faktor kinerja, tapi banyak juga sumbangan faktor emosi," ucapnya.
"Jadi persepsi itu tidak semata-mata dibentuk keberhasilan bagi seorang pemimpin dalam menyelesaikan agenda teknokratik, tapi juga persepsi bahwa pemimpin itu betul-betul dianggap bekerja untuk rakyat. Jangan langsung buru-buru menfambil kesimpulan bahwa faktor kinerja yang menyumbang, ada banyak variabel," imbuhnya.
Seperti diketahui, pasangan Dedi-Erwan resmi dilantik pada 20 Februari 2025 lalu dan pada 30 Mei 2025 ini, tepat 100 hari mereka menahkodai Provinsi Jawa Barat.
Editor : Doni Ramdhani


