Heboh Usulan Tarif Parkir Jakarta Tembus Rp60 Ribu per Jam, Pramono Anung Ngaku Kaget
Heboh usulan tarif parkir Jakarta Rp60 ribu/jam di kawasan elite. Gubernur Pramono Anung ngaku kaget dan tegaskan belum ada keputusan.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN.ID - Rencana penyesuaian tarif parkir di DKI Jakarta mendadak memicu kontroversi di tengah masyarakat.
Hal ini dipicu oleh munculnya angka usulan tarif parkir yang fantastis, yakni mencapai Rp60.000 per jam untuk kawasan tertentu di ibu kota.
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung Wibowo secara tegas membantah bahwa angka tersebut berasal dari pihak eksekutif. Ia mengaku terkejut ketika mendengar wacana tarif puluhan ribu rupiah itu viral di media sosial.
"Usulan angka kenaikan tarif parkir sebesar Rp60.000/jam sama sekali bukan angka dari Pemerintah DKI Jakarta. Saya sendiri tidak tahu angkanya dari mana. Angka Rp60.000 itu saya baru tahu ketika sudah viral," ujar Pramono
Pramono menegaskan bahwa Pemerintah Provinsi DKI Jakarta saat ini masih melakukan pembahasan mendalam terkait rencana penyesuaian tarif parkir.
Menurutnya, penetapan tarif tidak bisa dilakukan secara sembarangan dan harus mempertimbangkan tingkat kewajaran serta kondisi ekonomi warga. Sampai saat ini, belum ada keputusan resmi apa pun mengenai angka pastinya.
DPRD DKI Godok Tarif Khusus Area Elite
Di sisi lain, gambaran mengenai skema baru ini datang dari pihak legislatif. Ketua Pansus Perparkiran DPRD DKI Jakarta, Jupiter, menjelaskan bahwa penyesuaian tarif parkir tengah dibahas bersama Badan Pembentukan Peraturan Daerah (Bapemperda) DPRD DKI Jakarta.
Dalam skema yang dirancang, penerapan tarif parkir ke depan akan mengusung sistem zonasi. Kawasan bernilai ekonomi tinggi seperti SCBD, Senopati, Kemang, Pantai Indah Kapuk (PIK), Gunawarman, Menteng, hingga Pondok Indah diproyeksikan bakal dikenakan tarif parkir jauh lebih mahal dibandingkan wilayah lain.
Sebaliknya, kawasan di pinggiran Jakarta akan menetapkan tarif yang lebih rendah dan disesuaikan dengan kemampuan masyarakat setempat. Tak hanya perbedaan zonasi, DPRD juga membuka wacana agar tarif parkir di Jakarta dapat mengalami kenaikan secara berkala setiap tahunnya.
Editor : Firda Rachmawati

