Herman Suryatman Berlega Hati, Penyerapan APBD Jadi yang Terbaik dan Diapresiasi Kemendagri

Sekda Jabar Herman Suryatman merasa bersyukur atau berlega hati, karena penyerapan APBD Pemprov menjadi yang terbaik dan bahkan diapresiasi Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri).

Herman Suryatman Berlega Hati, Penyerapan APBD Jadi yang Terbaik dan Diapresiasi Kemendagri
"Kebetulan saya Sekda Provinsi Jawa Barat adalah ketua TAPD sebagai pembantu kepala daerah. Kami laporkan kinerjanya. Pendapatan daerah kita menembus Rp30 triliun dan PAD-nya sangat signifikan, 63 persen yakni Rp19 triliun," ujar Herman Suryatman, baru-baru ini. (dok)

INILAHKORAN, Bandung - Sekda Jabar Herman Suryatman merasa bersyukur atau berlega hati, karena penyerapan APBD Pemprov menjadi yang terbaik dan bahkan diapresiasi Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri).

Fiskal Jabar, baik dari sisi kapasitas maupun kemandirian dinilai pemerintah pusat sangat mumpuni dan menjadi salah satu yang terbaik di Indonesia.

"Kebetulan saya Sekda Provinsi Jawa Barat adalah ketua TAPD sebagai pembantu kepala daerah. Kami laporkan kinerjanya. Pendapatan daerah kita menembus Rp30 triliun dan PAD-nya sangat signifikan, 63 persen yakni Rp19 triliun," ujar Herman Suryatman, baru-baru ini.

Menurutnya, capaian ini menjadikan Jawa Barat salah satu yang tertinggi di Indonesia karena menurut catatan Kemendagri, provinsi yang lainnya termasuk kabupaten-kota pada umumnya PAD di bawah 50 persen.

"Belanja aparatur di APBD kita hanya di kisaran 30 persen sesuai dengan ketentuan. Pemerintah daerah lain rata-rata itu di 40 persen, bahkan ada yang menembus 50 persen," ucapnya. 

Sekda Herman mengaku gembira, karena saat pembukaan kegiatan retret Kepala Daerah Gelombang II di IPDN Jatinagor, Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian menyampaikan hasil evaluasi penyerapan APBD provinsi se-Indonesia. 

"Menurut Pak Mendagri untuk belanja ternyata yang terbaik, yang tertinggi penyerapannya adalah Pemda Provinsi Jawa Barat. 38,19 persen artinya uang di Jawa Barat bergulir dengan baik, jadi idle money-nya terbatas," kata dia.

Pengelolaan yang tepat ini menurut Sekda Herman, menunjukkan APBD bisa menggerakkan perekonomian Jawa Barat.

"Adapun untuk realisasi pendapatan kita pun sangat baik, menembus 41,80 persen sama salah satu yang terbaik. Ini barangkali ikhtiar kecil dari kami untuk sejahterakan warga masyarakat Jawa Barat," tuturnya.

Meski pengelolaan fiskal sudah baik, menurutnya kini tinggal menyesuaikan arahan dari Gubernur Jabar Dedi Mulyadi terkait kualitas belanja APBD.

"Memastikan agar setiap rupiah dari APBD ini berorientasi kepada hasil untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat," ucapnya.

Sebab itu, Herman Suryatman mengajak warga Jabar untuk turut mengawasi pelaksanaan APBD provinsi, guna memastikan implementasinya sesuai untuk kesejahteraan masyarakat.

"Kami sangat membuka diri untuk menerima masukan, saran, bahkan kritik semata-mata untuk Jawa Barat yang lebih baik," tandasnya. 


Editor : Doni Ramdhani