Hindari Kebocoran PAD, Bapenda KBB Tingkatkan Penambahan Tapping Box di Hotel dan Restoran

Bapenda KBB mulai melakukan penambahan alat perekam data transaksi atau tapping box kepada wajib pajak di sektor hotel dan restoran. 

Hindari Kebocoran PAD, Bapenda KBB Tingkatkan Penambahan Tapping Box di Hotel dan Restoran
ilustrasi net

INILAHKORAN, Ngamprah - Guna menghindari kebocoran potensi pendapatan asli daerah (PAD), Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kabupaten Bandung Barat (KBB) mulai melakukan penambahan alat perekam data transaksi atau tapping box kepada wajib pajak di sektor hotel dan restoran. 

Tak hanya itu, dengan adanya peningkatan penambahan tapping box tersebut bisa menghindari adanya kecurangan pelaporan pajak oleh para wajib pajak.

"Penambahan tapping box ini bakal dilakukan secara bertahap dan bakal dipasang di mesin kasir, yakni alat untuk merekam data transaksi yang terhubung secara online dan bisa kami pantau secara real time baik harian, mingguan, dan bulanan," kata Kepala Bapenda KBB, Duddy Prabowo kepada wartawan, Rabu 26 Juli 2023.

Duddy menilai, dengan adanya alat tapping box membuat pengawasan dan pelaporan menjadi lebih efektif dan cepat. 

Pasalnya, pihaknya tidak perlu menempatkan petugas checker di lokasi secara langsung. 

"Proses digitalisasi pelayanan ini selain memudahkan juga menghindari pelaporan tatap muka,"  ujarnya.

Tak hanya itu, pemasangan tapping box tersebut juga bisa memudahkan perekaman transaksi wajib pajak, sehingga memberikan kemudahan juga kepada para WP dalam melakukan pelaporan pajaknya. 

"Karena pendapatan sektor pajak hotel dan restoran cukup besar selain dari BPHTB (Bea Perolehan Hak Atas Tanah dan/atau Bangunan)," terangnya.

Dari total 10 jenis pajak, sebut Duddy, pendapatan BPHTB masih yang paling tinggi dimana tahun ini targetnya sebesar Rp175 miliar. 

"Secara keseluruhan total target potensi pajak tahun ini mencapai Rp539 miliar, naik dibandingkan tahun lalu yang sebesar Rp480 miliar," sebutnya.

Sementara, lanjut Duddy, untuk mendorong kepatuhan wajib pajak pihaknya juga menggandeng kemitraan dengan kejaksaaan dalam mengoptimalkan fungsi penagihan.

"Hingga semester satu tahun ini, dari total target pajak Rp539 miliar sudah terealisasi 50 persen, jadi kami optimistis akan tercapai," ujarnya.

"Seperti tahun lalu dari target Rp480 miliar yang terealisasi Rp495 miliar atau sekitar 105 persen," pungkasnya.*** (agus satia negara)


Editor : Ahmad Sayuti