Ikuti Arahan Presiden Prabowo, Pemkot Bogor Segera Benahi Reklame 

Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim sudah memulai langkah kongkrit untuk menjalankan araha Presiden RI Prabowo Subianto soal pembenahan reklame

Ikuti Arahan Presiden Prabowo, Pemkot Bogor Segera Benahi Reklame 
Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim sudah memulai langkah kongkrit untuk menjalankan araha Presiden RI Prabowo Subianto soal pembenahan reklame./istimewa

INILAHKORAN.ID - Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim sudah memulai langkah kongkrit untuk menjalankan araha Presiden RI Prabowo Subianto, Pemkot Bogor telah melakukan langkah nyata dalam penertiban reklame di wilayah Kota Bogor.

"Sampai saat ini Pemkot Bogor sudah menebang lebih dari 50 billboard dan videotron di jalur protokol dan sistem satu arah (SSA)," terang Dedie pada Selasa 03 Februari 2026.

Dedie menegaskan, Pemkot Bogor berencana mempercepat pemutusan kontrak terhadap perpanjangan izin reklame yang terlanjur dikeluarkan pada tahun 2024.

"Ke depan kami segera mempercepat pemutusan kontrak dari perpanjangan izin-izin yang terlanjur dikeluarkan pada tahun 2024," tegasnya.

Sebelumnya, Presiden RI Prabowo Subianto menekankan pentingnya penataan wajah kota, khususnya terkait ketertiban reklame, baliho, dan spanduk yang dinilai sudah terlalu berlebihan dan mengganggu estetika lingkungan perkotaan. Hal tersebut disampaikannya pada Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Pemerintah Pusat dan Daerah Tahun 2026 yang berlangsung di Sentul International Convention Center (SICC), Kabupaten Bogor pada Senin 2 Februari 2026.

Rapat koordinasi tersebut diikuti oleh para kepala daerah dari seluruh Indonesia, termasuk gubernur, bupati, dan wali kota, serta jajaran kementerian dan lembaga terkait.

Dalam arahannya, Presiden Prabowo mengatakan bahwa penataan kota harus menjadi perhatian serius pemerintah daerah agar ruang publik tetap tertib, indah, dan nyaman, baik bagi masyarakat maupun wisatawan.

"Spanduk-spanduk terlalu banyak. Kalau saya ke Balikpapan, Banjarmasin, sampai ke Hambalang, isinya spanduk semua. Kenapa harus besar-besar sih? Turis datang tidak mau melihat spanduk," ungkap Presiden Prabowo.

Prabowo menyinggung Kota Bogor sebagai salah satu kota yang memiliki nilai historis dan keindahan yang harus dijaga. Presiden menyebut Bogor sebagai kota yang sejak dahulu dikenal indah dan tertata.

"Bogor itu dulu kota paling indah. Bung Karno bahkan lebih senang di Bogor daripada di Jakarta. Terlalu banyak spanduk, baliho, iklan, tolong ditertibkan," tegasnya.

Prabowo juga mengingatkan agar penertiban dilakukan dengan pendekatan yang baik melalui komunikasi dengan para pelaku usaha dan asosiasi, tanpa mengabaikan kepentingan estetika kota.

"Ajak bicara pengusaha dan asosiasi pengusaha. Bikin iklan yang tidak terlalu mencolok. Orang datang ingin melihat kotanya, bukan papan iklan yang besar-besar," terangnya.

Selain penataan reklame, Presiden turut menyoroti persoalan kabel listrik yang semrawut serta mendorong seluruh daerah, khususnya Kota Bogor untuk mencanangkan Kampanye Indonesia ASRI (Aman, Sehat, Resik, dan Indah) sebagai upaya bersama dalam mewujudkan kota yang tertib dan nyaman.***


Editor : JakaPermana