Imron Cuek Pernah Dengar Oknum Dewan Main Proyek, Ini Kata Guru Besar Hukum AIN Syekh Nurjati

Bupati Cirebon, Imron, mengaku kaget dengan adanya dugaan beberapa oknum anggota DPRD Kabupaten Cirebon yang bermain proyek. 

Imron Cuek Pernah Dengar Oknum Dewan Main Proyek, Ini Kata Guru Besar Hukum AIN Syekh Nurjati
Bupati Cirebon Imron

INILAHKORAN, Cirebon - Bupati Cirebon, Imron, mengaku kaget dengan adanya dugaan beberapa oknum anggota DPRD Kabupaten Cirebon yang bermain proyek. 

Namun Imron mengaku tidak tahu menahu masalah tersebut. Meskipun akunya,  dirinya memang pernah mendengar masalah oknum anggota dewan yang main proyek, termasuk  dari pemberitaan di beberapa media. 

"Saya sejak awal juga mendengar masalah itu, tapi  mungkin itu hanya sekedar isu saja. Tapi saya tidak tahu persoalan sebenarnya. Itu kan urusan mereka, " Kata Imron, Kamis 2 november 2023.

Selama ini aku Imron, hubungan antara dirinya dengan semua anggota DPRD Kabupaten, cukup baik. Namun, tidak pernah membahas pekerjaan apalagi terkait dugaan isu cawe cawe proyek pokir. Hal itu karena, Imron mengaku percaya dengan semua kepala SKPD, termasuk SKPD tekhnis yang mempunya kegiatan proyek. 

"Saya tidak pernah mau ikut campur masalah proyek. Saya percaya penuh kepada anak buah saya di SKPD yang mempunyai kegiatan proyek. Kalaupun ada masalah di dewan silahkan tanyakan langsung kepada mereka," Elak Imron

Sementara itu, Guru Besar Hukum Paska Sarjana IAIN Syekh Nurjati Cirebon, Profesor Sugianto menilai, harusnya Bupati Cirebon segera merespon semua persoalan terlebih isu dari berbagai pihak termasuk dari Non-Governmental Organization (NGO). Jika selalu membiarkan semua persoalan, nantinya akan menjadi masalah besar. Apalagi terkait hal tekhnis yang menyangkut proyek-proyek yang ada di Kabupaten Cirebon

"Mau kepala daerah dimanapun, tidak boleh bicara tidak tahu menahu. Tidak ada masalahpun, tetap harus tahu semua masalah. Apalagi ini menyangkut urusan kegiatan yang katanya ada beberapa oknum dewan yang mainan proyek, " ungkapnya. 

Dia menilai, kalaupun memang benar ada oknum dewan yang cawe cawe proyek, ini membuktikan adanya kegagalan  pemerintahan daerah. Artinya, pemerintah daerah itu adanya pada ranah eksekutif dan legislatif. 

"Harusnya, fungsi dewan sebagai legislasi, anggaran dan pengawasan bisa dimaksimalkan. Namun munculnya isu cawe cawe proyek oknum anggota dewan, mengisyaratkan fungsi tersebut tidak berjalan," ungkapnya. 

Disisi lain, dirinya juga meminta Bupati Cirebon kembali melakukan assesment kepada semua kepala SKPD yang ada di Pemkab Cirebon. Pasalanya, isu rotasi mutasi yang sebentar lagi akan dilakukan, jangan sampai diisi oleh pejabat pejabat yang kinerjanya tidak maksimal. Dengan kata lain, isu yang muncul dari masyarakat dan NGO harusnya menjadi pertimbangan Imron

"Kepemimpinan Imron sejak awal harusnya  tegas, kalau memang niatnya mau membangun Kabupaten Cirebon. Kalau akhir masa jabatan bupati di akhir tahun ini, ya waktunya tinggal dua bulan lagi. Ini akan jadi persoalan juga nantinya, " Jelas Prof. Sugianto. 

Cepat tanggapnya Bupati Imron, lanjutnya akan meminimalisir semua persoalan dilapangan. Justru kalau tidak tegas, akhirnya banyak kepala SKPD yang berjalan sendiri sendiri tanpa memikirkan apakah visi misi bupati tercapai atau tidak. Dia mencotohkan beberapa pemberitaan dinas dinas tekhnis yang kinerjanya dianggap gagal, harusnya segera di respon bupati. 

"Saya contohkan saja, kalau banyak dugaan penyimpangan di PUPR, segera evaluasi dan jangan diam saja.  Lakukan assesment, apakah kadisnya masih layak dipertahankan atau tidak. Kalau hasilnya buruk, ya ganti saja, " Pintanya. 

Dia menambahkan, seharusnya satu tahun menjelang Imron selesai, seluruh kepala SKPD kinerjanya harus di evaluasi. Ini menyangkut kepada capaian visi misi bupati. Evaluasi juga harus mendengar isu pihak luar dan NGO, untuk bahan perbandingan. Jangan sampai, Bupati menganggap kinerja mereka bagus, sementara gejolak dikalangan bawah malah sebaliknya. 

"Jangan ragu untuk mengganti pejabat yang capaian kinerjanya jauh dari visi misi bupati. Kalau saja bupati mempertahankan pejabat karena dianggap bagus, kenapa reaksi di bawah malah sebaliknya. Ini berarti ada yang salah dong dalam mengambil keputusan, dan itu kerap terjadi, " tukasnya. (maman suharman) 


Editor : Ahmad Sayuti