Indonesia Gabung Jajaran Dewan Perdamaian Gaza yang Dibuat Donald Trump, Netizen +62: Ikutan Penjajah dan Bayar Pula

Netizen +62 marah dan kecewa saat mengetahui Indonesia gabung jajaran Dewan Perdamaian Gaza yang dibuat Donald Trump.

Indonesia Gabung Jajaran Dewan Perdamaian Gaza yang Dibuat Donald Trump, Netizen +62: Ikutan Penjajah dan Bayar Pula
Presiden Amerika Serikat Donald J. Trump dan Presiden Indonesia Prabowo Subianto.

INILAHKORAN, Bandung - Pada Kamis, 22 Januari 2026, Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia (Kemlu RI) menyatakan Indonesia masuk dalam jajaran Board of Peace atau Dewan Perdamaian Gaza.

Di mana Dewan Perdamaian Gaza, Palestina, ini dibuat oleh Presiden Amerika Serikat Donald J. Trump, yang mengundang Indonesia untuk masuk ke dalam jajarannya.

Dikutip dari laman X Kementrian Luar Negeri RI @Kemlu_RI, Indonesia diwakili langsung oleh Presiden Prabowo Subianto saat menghadiri acara Dewan Perdamaian ini di Swiss.

Menteri Luar Negeri Republik Turki, Republik Arab Mesir, Kerajaan Hashemite Yordania, Republik Indonesia, Republik Islam Pakistan, Negara Qatar, Kerajaan Arab Saudi, dan Uni Emirat Arab menyambut baik undangan yang disampaikan kepada para pemimpin mereka oleh Presiden Amerika Serikat, untuk bergabung dengan Dewan Perdamaian.

Para Menteri mengumumkan keputusan bersama negara mereka untuk bergabung dengan Dewan Perdamaian yang dibiat Donald Trump

Setiap negara akan menandatangani dokumen bergabung sesuai dengan prosedur hukum dan prosedur lain yang diperlukan masing-masing negara.

Para Menteri menegaskan kembali dukungan negara mereka terhadap upaya perdamaian yang dipimpin oleh Presiden Donald Trump, dan menegaskan kembali komitmen negara mereka untuk mendukung pelaksanaan misi Dewan Perdamaian sebagai pemerintahan transisi.

Hal ini sebagaimana diuraikan dalam Rencana Komprehensif untuk Mengakhiri Konflik Gaza dan didukung oleh Resolusi Dewan Keamanan PBB 2803.

Yang mana bertujuan untuk mengkonsolidasikan gencatan senjata permanen, mendukung rekonstruksi Gaza, dan memajukan perdamaian yang adil dan abadi yang berlandaskan hak Palestina untuk menentukan nasib sendiri dan mendirikan negara sesuai dengan hukum internasional, sehingga membuka jalan bagi keamanan dan stabilitas bagi semua negara dan rakyat di kawasan tersebut.

Presiden Prabowo Subianto juga telah menandatangani Piagam Board of Peace di Davos, Swiss. 

Penandatanganan ini menandai dimulainya Board of Peace sebagai badan internasional untuk mengawal transisi, stabilisasi, dan rekonstruksi Gaza pascakonflik.

Namun nampaknya publik Indonesia tidak menyambut dengan antusias saat mengetahui negaranya ikut masuk dalam jajaran Dewan Perdamaian.

Mereka menyuarakan rasa kecewa usai mengetahui Indonesia ternyata harus bayar untuk mengikuti jajaran Dewan Perdamaian Gaza yang dibuat oleh Presiden pendukung Israel Donald J. Trump. 

Postingan terbaru Kemlu RI di X langsung disambut dengan serangkaian komentar dari netizen +62.

"Memalukan tunduk pada kaki para penjajah," "sumpah lawak banget ini. Ikutan penjajah dan bayar pula."

"Jadi Gaza itu dihancurkan, dibom habis2an, penduduknya dibunuh2in, trus pelakunya butuh duit buat bangun Gaza lagi buat mereka tinggalin.. Gitu kan yaa? Truss Indonesia disuruh bantu patungan buat bangun Gaza buat ditinggalin Israel sementara warga Gaza dibunuh / dipenjara."

"Malu goblok, malahan pamer ikutan agendanya Israel. Tolol!," "ini beneran ngerti ngga sih??."

"Goblok ikut forum tp bayar. Rekontruksi Gaza tp pemilik tanahnya aja gk ikut forumnya. Bodoh.. wktu indo merdeka aja ya org indo yg bangun tanahnya sendiri bukan org lain. Mikir pak."

"Astagfirullaah...Ya Robb, hamba bersaksi hamba bukan bagian dr ini. Hai menlu, lupakah kalian dg pembukaan UUD 45?KTT Non Blok?Naha jadi Go Block kieu, hah.."

"Bergabung dengan suatu badan yang didalamnya terdapat negara2 yang ikut menghancurkan Gaza sama saja dengan mendukung berlanjutnya penjajahan atas bangsa Palestina."***


Editor : Irma Nurfajri