Indonesia Raih Penghargaan Kependudukan dari PBB Kedua Kali Setelah 33 Tahun

Setelah 33 tahun, Indonesia kembali meraih penghargaan Kependudukan dari Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB)

Indonesia Raih Penghargaan Kependudukan dari PBB Kedua Kali Setelah 33 Tahun
Kepala BKKBN dr. Hasto Wardoyo saat menerima penghargaan Kependudukan dari Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) atau United Nations Population Award (UNPA).

INILAHKORAN.COM,Jakarta- Indonesia meraih Penghargaan Kependudukan dari Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) atau United Nations Population Award (UNPA).

Penghargaan PBB tersebut merupakan buah manis bagi Indonesia karena dinilai telah memberikan kontribusi luar biasa dan kesadaran terhadap isu kependudukan serta solusi yang telah dilakukan.

Penghargaan dari PBB juga menjadi kado manis bagi Indonesia. Penghargaan serupa sebelumnya diterima Indonesia 33 tahun lalu, tepatnya pada Desember 1989, dan diberikan kepada Presiden Soeharto.

Baca Juga: Lawan Persebaya, Yana Mulyana Minta Pemain Persib Jangan Terpancing Lawan

Setiap tahun UNP memberikan Penghargaan Kependudukan kepada individu atau beberapa individu, atau kepada suatu institusi atau beberapa institusi, atau kepada kombinasi dari keduanya.

Penghargaan Kependudukan PBB ini diberikan sejak 1981 dalam penetapan oleh Majelis Umum PBB melalui Resolusi 36/201 pada tanggal 17 Desember 1981.

Penghargaan dari PBB ini diberikan secara institusi kepada Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN).

Baca Juga: Persebaya vs Bhayangkara FC Imbang, Grup C Piala Presiden Semakin Sengit

Keberhasilan BKKBN mendapatkan United Nations Population Award 2022 juga menjadi bukti perkembangan serta pelaksanaan program KB dan Kependudukan di Indonesia oleh BKKBN mendapatkan dukungan dari dunia Internasional.

Penghargaan ini juga merupakan pengakuan Internasional atas kontribusi luar biasa BKKBN dalam meningkatkan kesadaran dan merancang solusi untuk masalah kependudukan.

Kepala BKKBN dr. Hasto Wardoyo melalui siaran pers mengatakan Penghargaan Kependudukan dari PBB (UNPA) merupakan buah dari usaha keras dan dukungan kerja sama antar lembaga pemerintah.

Baca Juga: David da Silva Tak Salahkan Wasit Fariq Hitaba, Justru Bali United Seperti Ogah Main

Menurut Hasto, BKKBN berhasil menerapkan program Keluarga Berencana.

Angka kelahiran berhasil diturunkan secara tajam, dari 5,6 menjadi 2,2 kelahiran per perempuan selama 1970 hingga tahun 2000.

"Penurunan angka kelahiran ini memperlambat laju pertumbuhan penduduk dan berpengaruh terhadap kualitas pelayanan publik seperti pendidikan, kesehatan, serta infrastruktur sehingga meningkatkan standard hidup masyarakat," jelas Hasto, Selasa,14 Juni 2022.

Baca Juga: Atalia Praratya Unggah Momen Saat Zara Tertidur di Samping Peti Jenazah Eril: Hati Ibu Mana yang Kuat

Menurut Hasto, dampak nyata dari program tersebut adalah bonus demografi yang diraih Indonesia saat ini.

Bonus demografi berdampak terhadap peningkatan kesejahteraan, di mana jumlah penduduk yang produktif lebih banyak ketimbang penduduk yang tidak produktif.***


Editor : inilahkoran