Inggris dan
Prancis akan saling berhadapan di Stadion Al Bayt, Minggu (11/13/2022) dini hari WIB, untuk merebutkan posisi di semifinal
Piala Dunia 2022.
Mbappe akan menjadi ancaman terbesar yang harus dihadapi
Inggris, di mana pemain berusia 23 tahun itu telah mencetak lima gol di sepanjang gelaran
Piala Dunia 2022.
Dia mencetak dua gol dalam kemenangan 3-1
Prancis atas Polandia di Babak 16 Besar dan akan lapar untuk menambah golnya saat melawan pasukan Gareth Southgate.
Mantan bek Manchester United itu mengklaim bahwa Walker adalah bek kanan terbaik di dunia untuk menghadapi ancaman yang ditimbulkan
Mbappe.
Walker telah menjadi pilihan utama di sektor bek sayap
Inggris karena soliditas pertahanannya.
"Saya pikir kami memiliki bek kanan terbaik di dunia untuk bisa menghadapi Kylian
Mbappe," ujar Neville dikutip SkySports.
"Dalam hal fisik, kecepatan, dan pengalaman, saya tidak bisa memikirkan orang yang lebih baik untuk menyamai
Mbappe selain
Kyle Walker. Itu tidak berarti dia akan membuatnya diam selama 90 menit karena
Mbappe sensasional dan spesial. Tapi kami memiliki peluang karena Walker bisa menandinginya di area tertentu," jelasnya.
Dengan kecepatan kilat dan kemampuan finishing yang menghancurkan,
Mbappe akan menjadi ujian nyata bagi pertahanan
Inggris, dan Walker harus menampilkan kemampuan terbaik untuk menghentikannya.
Pemain lain yang bisa menimbulkan ancaman besar adalah Olivier Giroud, yang juga sedang on fire untuk
Prancis dengan tiga gol atas namanya. Penyerang AC Milan itu sejatinya bukan pilihan utama starting eleven
Prancis untuk Piala Dunia, tetapi mendapat kesempatan karena absennya Benzema.
Inggris dan
Prancis, dua raksasa Eropa dengan daftar pemain yang sangat berbakat, akan saling berhadapan dalam pertemuan puncak akhir pekan ini.
Kedua tim adalah salah satu favorit untuk gelar dan akan menyukai peluang mereka jika mereka dapat melewati rintangan yang signifikan ini.
Inggris ingin menebus patah hati Euro 2020 tahun lalu di kandang, sementara
Prancis ingin mengakhiri kutukan juara Piala Dunia dengan mempertahankan trofi.
Juara bertahan dunia itu ingin menjadi tim pertama sejak Brasil pada 1962 yang berhasil mempertahankan mahkota mereka.***(Ridwan Firdaus)