Ini Alasan Pemprov Jabar Gandeng Inggris dalam Kembangkan Ekonomi Kreatif
Kemajuan Inggris sebagai negara besar menjadi salah satu tolok ukur Pemprov Jabar untuk menggandengnya dalam mengembangkan ekonomi kreatif.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Bandung - Kemajuan Inggris sebagai negara besar menjadi salah satu tolok ukur Pemprov Jabar untuk menggandengnya dalam mengembangkan ekonomi kreatif.
Pj Gubernur Jabar Bey Machmudin menuturkan, kegiatan Connecti:City 2024 bertajuk Creative Diplomacy, yang merupakan bagian dari rangkaian West Java Festival (WJF) 2024 diharapkan memberi pengalaman berharga bagi pelaku ekonomi kreatif dalam mengembangkan usaha mereka.
"Inggris adalah negara berhasil di bidang ekonomi kreatifnya. Kita tahu di Bandung banyak kegiatan kreatif yang harus dikembangkan, termasuk mempertemukan industri besar dan komunitas, termasuk memasarkannya," ujar Bey Machmudin di Gedung Sate, Kota Bandung, Kamis 22 Agustus 2024.
Bey Machmudin menilai, kegiatan ini sangat menguntungkan bagi kedua belah pihak. Khususnya bagi Jawa Barat, karena Duta Besar Inggris untuk Indonesia dan Timor Leste Dominic Jermey juga siap membantu Kawasan Rebana, BIJB Kertajati dan di bidang pendidikan.
Terkhusus di industri ekonomi kreatif, Jabar kata dia bakal mendapatkan banyak ilmu dalam pengembangan aplikasi, game dan animasi yang memang Inggris sebagai salah satu pelaku utama di skala global.
"Dengan acara ini, sangat menguntungkan dan kami sangat senang," ucapnya.
Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Jabar Benny Bachtiar menambahkan, hasil kreativitas anak muda Jawa Barat di lini teknologi seperti animasi, aplikasi dan game dapat kian dikembangkan, karena mereka berkesempatan untuk bertemu industri besar dari Inggris melalui momentum acara ini.
"Jadi kami mempertemukan komunitas dengan industri besar, sebab mereka juga mencari. Jadi ini inisiasi Pemprov Jabar untuk membuat acara seperti ini, dan ternyata direspon British Council. Ini salah satu yang paling baik, karena Jabar ini SDA-nya kaya, SDM-nya juga. Jadi potensinya ada, ini cukup memadai jadi kami selenggarakan ini dan luar biasa responnya," imbuhnya.
Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Jabar Iendra Sofyan mengatakan, kerjasama dengan Inggris sangat dibutuhkan Jawa Barat, untuk melengkapi kekurangan yang ada.
"Ini implementasi dari visi kita, yaitu kolaborasi. Harapannya bisa mengakselerasi target yang sudah ditetapkan untuk mencapai Indonesia Emas 2045," sambungnya.
Sementara Duta Besar Inggris untuk Indonesia dan Timor Leste Dominic Jermey menuturkan, banyak yang mereka tawarkan untuk Jawa Barat lewat konferensi ekonomi kreatif kali ini.
Mulai dari pengembangan SDM, energi terbarukan, transportasi, hingga pendidikan. Harapannya, kian mengukuhkan hubungan diplomatik yang telah terjalin selama 75 tahun.
"Kami harap kemitraan dengan Proivinsi Jawa Barat akan semakin kuat untuk mewujudkan kesejahteraan bersama. Ada beberapa hal yang ingin kita lanjutkan, pendidikan, digital creaticity, peluang bisnis dan peluang kerja. Saya senang menjadi salah satu mitra utama disini," tandasnya.
Editor : Doni Ramdhani

