Ini Sejarah Penemuan Cacar Monyet, Awas Menular ke Manusia Lewat Jalur Berikut
Virus cacar monyet ini pertama kali ditemukan pada monyet di tahun 1958. Adapun, kasus pertama pada manusia (anak-anak) terjadi pada 1970.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAH KORAN, Bandung – Penyakit cacar monyet belakangan menjadi perhatian lantaran mulai menjangkit di beberapa negara.
Di 12 negara, penyakit cacar monyet menjadi endemi di antaranya Kongo, Pantai Gading, Benin, Sudan Selatan, Ghana, Kamerun, Republik Afrika Tengah, Gabon, Liberia, Nigeria, Republik Kongo dan Sierra Leone.
Awalnya virus cacar monyet ini pertama kali ditemukan pada monyet di tahun 1958. Adapun, kasus pertama pada manusia (anak-anak) terjadi pada tahun 1970.
Baca Juga: Evaluasi Mudik dan Arus Balik Lebaran Tahun 2022, Begini Kondisi Jalan di Wilayah Jawa Barat
cacar monyet disebabkan oleh virus human monkeypox (MPXV) orthopoxvirus dari famili poxviridae yang bersifat highlipatogenik atau zoonosis.
Dengan mulai menjangkitnya penyakit cacar monyet ini, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) memberikan penjelasan terkait proses penularannya.
Penyakit cacar monyet atau monkeypox, menurut Kemenkes, dapat bertransmisi melalui kontak erat dengan hewan, manusia atau benda yang terkontaminasi virus monkeypox.
Baca Juga: Memulai Barisan Masbuk Saat Sholat Berjamaah, Buya Yahya: Jangan dari Sisi Kanan!
"Penularan dapat melalui darah, air liur, cairan tubuh, lesi kulit atau cairan pada cacar. Kemudian droplet pernapasan," ucap Jubir Kemenkes Mohammad Syahril dikutip Inilah Koran dari PMJ News, Rabu, 25 Mei 2022.
Mohammad Syahril mengatakan, masa inkubasi cacar monyet biasanya 6 sampai 16 hari. Namun, dapat mencapai 5 sampai 21 hari.
Dia menyebut, fase awal gejala yang terjadi pada 1 sampai 3 hari yaitu demam tinggi, sakit kepala hebat, limfadenopati atau pembengkakan kelenjar getah bening, nyeri punggung, nyeri otot, dan lemas.
Baca Juga: Drama Korea Bulan Juni: Sinopsis The Jinx's Lover, Kisah Pertemuan Na In Woo dan Seohyun
Pada fase erupsi atau fase paling infeksius terjadinya ruam atau lesi pada kulit biasanya dimulai dari wajah kemudian menyebar ke bagian tubuh lainnya.
Secara bertahap mulai dari bintik merah seperti cacar makulopapula, lepuh berisi cairan bening (blister), lepuh berisi nanah (pustule), lalu mengeras atau keropeng lalu rontok.
"Biasanya diperlukan waktu hingga 3 minggu sampai periode lesi tersebut menghilang dan rontok," bebernya.***
Editor : inilahkoran


