Merespons Hilangnya Emmeril Khan Mumtadz, JQR Perkuat Koordinasi Lintas Sektor
Ketum JQR Bambang Trenggono memastikah pihaknya berkonsultasi dengan para ahli terkait hilangnya Emmeril Mumtadz Khan.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Bandung- Sudah menjadi kewajiban Jabar Quick Response (JQR) melaksanakan tugas organisasi dalam kesiapsiagaan merespons isu kemanusiaan.
Ketua Umum JQR Bambang Trenggono menjelaskan, terkait musibah yang dialami Emmeril Kahn Mumtadz (Eril) putra sulung Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil, JQR telah berkonsultasi dengan para ahli.
Tak hanya itu, JQR melakukan analisa peta, rencana operasi SAR dan berkoordinasi dengan pegiat SAR di Eropa.
Baca Juga: Senator AS Berebut Undangan untuk Melihat BTS di Gedung Putih
Hal ini, sebagai bentuk kesiapsiagaan dalam merespons musibah yang dialami putra sulung Gubernur Jawa Barat sehingga dapat langsung bergerak apabila diperintahkan
Tupoksi JQR adalah bersiap dalam merespons setiap kejadian yang menimpa warga Jawa Barat.
Eril-sapaan Emmeril Mumtadz Khan- adalah juga warga Jawa Barat, maka dari itu pihaknya mencari segala kemungkinan yang dapat memudahkan dan mempercepat proses pencarian.
JQR juga berkoordinasi leading sector lain sehingga apabila suatu waktu dibutuhkan, kami telah siap dengan segala rekomendasi operasinya.
"Termasuk berkolaborasi dengan jejaring potensi SAR di luar negeri yang dekat dengan lokasi kejadian. Tentu saja ini semua akan dilakukan atas seijin keluarga Pak Gubernur yang juga melibatkan Kemenlu, KBRI Bern dan otoritas pemerintah Swiss," ujar Bambang, 30 Mei 2022.
Menurut Bambang, bukan kali pertama JQR merespons aduan terkait keselamatan Warga Jawa Barat di luar negeri dan selama ini JQR selalu berkoordinasi dalam proses pemulangan warga Jabar di luar negeri.
Dalam upaya mengakselerasi penyelesaian masalah, JQR bekerja sesuai dengan koridor kewenangannya dimana selalu berkoordinasi dengan leading sektor yang telah ada.
Baca Juga: Sempat Molor, Musorkablub KONI KBB Dijadwalkan Berlangsung 22 Juni 2022
“Contoh kasusnya adalah pemulangan pekerja migran Indonesia di Riyadh Arab Saudi ke Cianjur disana kami bekerjasama dengan pihak Kementrian Sosial Indonesia, Badan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia dan dinas sosial” ucapnya.
Bambang juga menjelaskan, selain JQR, pihak Basarnas juga telah berkordinasi dengan pihak Swiss untuk menawarkan bantuan apabila dibutuhkan, namun pihak otoritas setempat memang belum membutuhkan bantuan dari pihak luar.
Baca Juga: Menunggu 19 Tahun! Di Kota Sukabumi, Daftar Haji 2022 Baru Berangkat 2041
“Basarnas juga memiliki tim yang telah dibekali sertifikasi internasional sehingga bisa sangat diandalkan dalam melakukan tugas SAR di luar negeri,” tambahnya. *** (Okky Adiana)
Editor : inilahkoran


