Jalan Rusak Kalbar Viral, Warga Minta Dedi Mulyadi Turun Tangan

Pemilik video tersebut justru "memanggil" tokoh asal Jawa Barat, Dedi Mulyadi atau yang akrab disapa KDM.

Jalan Rusak Kalbar Viral, Warga Minta Dedi Mulyadi Turun Tangan
Jalan Rusak Kalbar Viral, Warga Minta Dedi Mulyadi Turun Tangan

INILAHKORAN.ID - Sebuah video yang memperlihatkan kondisi jalan rusak di Kalimantan Barat mendadak viral di media sosial. 

Unggahan dari akun Instagram @elisabetmurniw itu menyoroti parahnya infrastruktur jalan yang berubah menjadi kubangan lumpur, hingga membuat kendaraan tangguh sekalipun kesulitan melintas.

Namun, bukan hanya kondisi jalannya yang jadi sorotan, melainkan juga pesan tajam yang disampaikan dalam video tersebut.

Jalan Berlumpur, Mobil 4x4 Pun Tak Berdaya

Dalam video yang beredar, terlihat jalanan tanah berubah menjadi lumpur pekat dan licin. Beberapa kendaraan jenis double cabin 4x4 tampak:

  • Terjebak di tengah kubangan
  • Roda selip dan sulit bergerak
  • Bahkan ada yang terperosok hingga separuh ban

Padahal, kendaraan tersebut dikenal dirancang untuk medan berat. Kondisi ini menunjukkan betapa ekstremnya kerusakan jalan di lokasi tersebut.

Warga Justru “Panggil” Dedi Mulyadi

Alih-alih menyampaikan keluhan kepada pemerintah daerah setempat, pemilik akun justru menyebut nama Dedi Mulyadi dalam unggahannya.

Dalam caption singkat, ia menulis:

“2 bulan aja KDM”

Lewat narasi video, ia mengajak sosok yang dikenal aktif turun langsung ke lapangan itu untuk datang ke Kalimantan Barat.

“Tolong Pak Dedi Mulyadi, main-main ke Kalimantan Barat. Sama-sama Barat kan? Lihat kondisi kami di sini.”

Ungkapan tersebut dinilai sebagai bentuk sindiran sekaligus harapan agar kondisi infrastruktur di wilayahnya mendapat perhatian lebih.

Sentil Ketimpangan Pembangunan

Pemilik video juga menyinggung kesamaan nama “Barat” antara Kalimantan Barat dan Jawa Barat, seolah menggambarkan ironi kondisi pembangunan yang berbeda jauh.

Aksi ini pun memicu diskusi luas di media sosial terkait ketimpangan infrastruktur antar daerah di Indonesia.


Editor : Firda Rachmawati