Jangan Abai Influenza Mengintai

INFLUENZA Tipe A mulai ditemukan di sejumlah wilayah Jabar.Dinkes meningkatkan kewaspadaan terhadap gejala dan penularannya.

Jangan Abai Influenza Mengintai
KASUS MENINGKAT: Dinas Kesehatan (Dinkes) Jawa Barat meningkatkan kewaspadaan, menyusul tren kenaikan kasus gangguan saluran pernapasan yang terpantau di berbagai fasilitas kesehatan.

Oleh: Yuliantono

Mu l y a n t o mendadak kehilangan tenaga. Pegal yang mulamula terasa biasa, perlahan memenuhi seluruh tubuhnya.

Persendian terasa lemah, langkah menjadi tak nyaman. Setiap kali berdiri, ada rasa seperti melayang yang sulit dijelaskan.

Jumat pekan lalu menjadi hari yang paling berat bagi warga Rancamanyar Kabupaten Bandung itu.

Tubuhnya terasa tak seperti biasanya. Hampir seluruh badan pegal, sementara persendian seperti kehilangan kekuatan untuk menopang tubuh.“Kalau berdiri seperti melayang. Persendian kayak gak ada tenaga,” kata pria yang akrab disapa Yanto itu.

Dia kemudian memilih memeriksakan diri ke dokter. Dari sana, Yanto mendapat penjelasan dirinya terkena virus yang saat itu disebut sedang banyak dialami orang. Belakangan diketahui Yanto terserang Influenza Tipe A.

Keluhan itu tidak berlangsung selamanya. Memasuki Minggu, rasa pegal yang sebelumnya memenuhi tubuh mulai menghilang.

Namun, tubuhnya belum sepenuhnya kembali pulih.

Panas dingin masih datang dan pergi.

“Minggu udah hilang semua pegal-pegalnya, cuma jadi panas dingin terus sering kambuh,” ujarnya.

Kini, kondisi Yanto mulai membaik. Rasa panas dingin perlahan menghilang, meski muncul keluhan lain. Hidungnya tiba-tiba meler. “Hari ini mulai ilang semua, cuma tiba-tiba meler,” katanya.

Pengalaman Yanto mungkin hanya satu cerita tentang tubuh yang tiba-tiba berubah. Namun, ketika keluhan serupa mulai lebih banyak ditemukan, tandatanda kecil dari tubuh menjadi sesuatu yang patut diperhatikan.

Dinas Kesehatan Jawa Barat kini meningkatkan kewaspadaan terhadap gangguan saluran pernapasan.

Berdasarkan pemantauan melalui surveilans influenza- like illness (ILI) dan severe acute respiratory infection (SARI), terdapat peningkatan kasus di sejumlah wilayah.

Kepala Dinas Kesehatan Jawa Barat Raden Vini Adiani Dewi mengatakan, peningkatan tersebut mulai terlihat setelah paparan debu dan abu vulkanik yang terjadi di sejumlah wilayah Jawa Barat.

“Pelaporannya memang ada peningkatan nih, sejak kasus yang debu abu vulkanik itu ya. Peningkatan saluran pernapasan ini baik di SARI ataupun di ILI,” ujar Vini, Senin (21/9/2026).

Meski mengalami peningkatan, jumlah kasus tersebut masih berada di bawah ambang batas kewaspadaan.

Di sejumlah rumah sakit, pada saat yang sama, mulai ditemukan pasien dengan influenza tipe A. Penyakit tersebut dapat menimbulkan gejala yang cukup berat, terutama berupa demam tinggi dan keluhan pada saluran pernapasan.

“Untuk influenza tipe A memang pasien itu biasanya mengeluh demam tinggi, ya bisa di atas 40 derajat. Lalu ada lemas, batuk, pilek, pegal- pegal gitu ya,” kata Vini.

Karena itu, masyarakat diminta tidak mengabaikan perubahan kondisi tubuh.

Pola hidup bersih dan sehat tetap menjadi salah satu langkah penting, disertai asupan gizi seimbang, istirahat yang cukup, serta kebiasaan mencuci tangan.

Mereka yang sedang mengalami gejala gangguan pernapasan juga dianjurkan menggunakan masker untuk mengurangi risiko penularan kepada orang lain.

Perhatian lebih perlu diberikan kepada anak-anak, lanjut usia, dan masyarakat yang memiliki penyakit penyerta. Kelompok tersebut membutuhkan kewaspadaan lebih ketika mengalami gangguan kesehatan.

Apabila keluhan berkembang menjadi tanda infeksi paru-paru atau pneumonia, masyarakat disarankan segera mencari pertolongan medis.

“Kalau misalnya yang paling parah itu atau harus berobat ke rumah sakit apabila ada tanda-tanda infeksi paru-paru misalnya ya atau pneumonia gitu ya. Nah, ini baru disarankan untuk datang berobat ke rumah sakit,” ujar Vini.

Peningkatan gangguan saluran pernapasan juga terpantau di Depok dan Bogor.

Namun, Dinkes Jabar belum memiliki data khusus yang memetakan kasus influenza tipe A berdasarkan wilayah.

Pemeriksaan untuk memastikan influenza tipe A membutuhkan tes laboratorium khusus. Pemeriksaan tersebut belum dilakukan secara luas karena biayanya relatif mahal.

“Nah, kalau influenza tipe A belum (terdata secara khusus), karena kan pemeriksaannya cukup mahal ya dan orang malas ya melakukan swab kayak dulu waktu Covid ya,” kata Vini.

Sementara itu, kondisi Yanto perlahan kembali membaik. Pegal yang sempat membuat tubuhnya kehilangan tenaga sudah menghilang. Panas dingin pun mulai reda, menyisakan hidung yang sesekali masih meler.

Tubuh kadang memberi tanda dengan cara yang sederhana. Lewat pegal yang datang tiba-tiba, tenaga yang mendadak hilang, atau panas dingin yang berulang.

Bagi Yanto, tanda-tanda itu perlahan berlalu. Tetapi di tengah meningkatnya gangguan saluran pernapasan, tanda sekecil apa pun mungkin layak didengarkan.

(gin)


Editor : Inilahkoran