Jawab Persoalan Krisis Regenerasi Petani, IPB Sasar Siswa di Cimahi Ikuti Canvassing Olimpiade Pertanian Indonesia 2025
Krisis regenerasi petani menjadi salah satu tantangan besar dunia pertanian yang terjadi di Indonesia, termasuk Kota Cimahi. I
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Cimahi - Krisis Regenerasi petani menjadi salah satu tantangan besar dunia pertanian yang terjadi di Indonesia, termasuk Kota Cimahi.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) jumlah petani menurut generasi di Jawa Barat pada tahun 2023 yang diperbarui 18 Juli 2024, petani dari generasi milenial di Kota Cimahi hanya sebanyak 32 orang, milenial 416 orang, generasi x sebanyak 1.147 orang, dan boomer sebanyak 986 orang.
Melihat kondisi tersebut, alumni Institut Pertanian Bogor (IPB) tergerak untuk mengambil peran yang dikemas melalui kegiatan Canvassing Olimpiade Pertanian Indonesia 2025 dengan menyasar pelajar SMA sebagai agen perubahan masa depan.
"Canvasing ini bukan sekadar promosi lomba, tapi upaya nyata untuk menghidupkan kembali semangat generasi muda terhadap dunia pertanian yang selama ini dianggap kurang menarik," kata Wali Kota Cimahi, Ngatiyana belum lama ini.
Menurutnya, langkah para alumni IPB sebagai bentuk kepedulian terhadap keberlangsungan sektor pertanian nasional.
Pasalnya, anak-anak sekolah perlu dikenalkan pada dunia pertanian sejak dini agar tumbuh minat dan keterlibatan yang berkelanjutan.
“Semoga dengan program ini, semangat anak-anak sekolah untuk terlibat dalam olimpiade dan berkolaborasi dalam dunia pertanian semakin tumbuh," ujarnya.
"Ini lomba akademis yang sangat bermanfaat bagi mereka,” ucapnya.
Ngatiyana juga menyoroti tantangan lokal yang dihadapi Cimahi, yakni keterbatasan lahan pertanian. Namun, ia menekankan bahwa lahan sempit bukan halangan untuk berinovasi.
“Kita bisa manfaatkan lahan sempit. Pertanian itu tidak hanya soal menanam padi, tapi bisa juga hortikultura dan sebagainya,” jelasnya.
Meski luasnya terbatas, sambung Ngatiyana, Kota Cimahi tetap memiliki kawasan pertanian yang dilindungi dan tidak boleh dialihfungsikan menjadi kawasan non-pertanian.
“Memang lahannya sempit, tapi kita punya lahan yang dilindungi, artinya hanya boleh digunakan untuk pertanian,” tegasnya.
Sementara itu, Kepala BPKAD Kota Cimahi yang juga merupakan alumni IPB, Harjono, menjelaskan bahwa Canvassing ini merupakan bagian dari program besar para alumni Paperta (Pangadereng Pertanian Nusantara) IPB dalam memperkenalkan Olimpiade Pertanian Indonesia 2025 ke berbagai daerah di Tanah Air.
“Roadshow ini dinamakan Canvassing. Isinya beragam lomba seperti penulisan makalah, cerdas cermat, fotografi, pemilihan anak petani berprestasi, dan lainnya,” jelas Harjono.
Tujuan utama dari kegiatan ini, lanjut Harjono, adalah untuk menumbuhkan kembali ketertarikan generasi muda terhadap pertanian. Ia mengakui bahwa minat terhadap sektor ini semakin menurun, padahal pertanian memegang peranan penting dalam ketahanan pangan.
“Ini bukan sekadar soal pertanian, tapi juga menyangkut ketahanan pangan. Di IPB sendiri banyak jurusan yang berkaitan langsung dengan pangan, fakultas pertanian, peternakan, perikanan, hingga kehutanan,” ungkapnya.
Menurut Harjono, semua sumber pangan berasal dari sektor pertanian dan turunannya. Karena itu, keterlibatan generasi muda sangat diperlukan dalam menjaga ketersediaan pangan nasional di masa mendatang.
“Penting bagi generasi muda untuk memahami dan terlibat dalam pembangunan pertanian masa depan,” tandasnya. *** (agus satia negara)
Editor : Ahmad Sayuti


