Juni Ini, Zona 5 TPAS Sarimukti Siap Digunakan

Pemerintah Provinsi Jawa Barat bakal mengoperasikan zona 5 Tempat Pembuangan Akhir Sampah (TPAS) Sarimukti, Kabupaten Bandung Barat.

Juni Ini, Zona 5 TPAS Sarimukti Siap Digunakan
Pemerintah Provinsi Jawa Barat bakal mengoperasikan zona 5 Tempat Pembuangan Akhir Sampah (TPAS) Sarimukti, Kabupaten Bandung Barat.

INILAHKORAN, Bandung - Pemerintah Provinsi Jawa Barat bakal mengoperasikan zona 5 Tempat Pembuangan Akhir Sampah (TPAS) Sarimukti, Kabupaten Bandung Barat.

Seiring dengan hadirnya zona 5 ini, masa pakai TPAS Sarimukti diharapkan dapat diperpanjang selama 2,5 tahun ke depan.

Sekretaris Daerah (Sekda) Pemerintah Provinsi Jawa Barat Herman Suryatman mengatakan, zona 5 yang bersebelahan dengan zona 1, 2 dan 3 selesai Juni ini. 

"zona 5 itu, bersebelahan dengan zona 1, 2, 3, tidak ke belakang. Ada di sampingnya dan di sana tidak ada pohon jati. Ayeuna keur (sekarang lagi) finishing touch bulan Juni rengse (selesai), sehingga kita bisa gunakan," ujar Sekda Herman baru-baru ini.

"Mudah-mudahan bisa 2,5 tahun ke depan," imbuhnya.

Sisi lain, supaya masa pakai TPAS Sarimukti dapat lebih panjang dan menunggu rampungnya pembangunan TPPAS Legoknangka, Kabupaten Bandung. Pihaknya juga turut mengupayakan usaha lain.

"Mudah-mudahan dibalapkeun (dipercepat). Sarimukti selesai, Legoknangka selesai. Nanti bisa menggunakan Legoknangka," ucapnya.

Usahanya adalah dengan memaksimalkan pengadaan insinerator skala menengah berbasis teknologi Motah (Mesin Olah Runtah), yang mampu mengolah 10 ton sampah per hari. 

Sebanyak 84 insinerator disiapkan dengan kebutuhan biaya Rp117 miliar. Adapun jumlah itu dibagi untuk Kota Bandung 43 unit, Kabupaten Bandung 25 unit, Kota Cimahi 6 unit dan Kabupaten Bandung Barat 10 unit. 

"Tapi kami juga tidak mau ambil risiko, kami sekarang lagi uji coba yang eksistingnya. 50 (ton) per hari akan dikurangi terus, diolah dengan teknologi yang dari Banyumas itu. Mantan Bupati Banyumas pakai CSR, tapi yang diolahnya bukan sampah baru," terangnya.

"Sampah lamanya diolah sehingga bisa berkurang, sehingga masa pakainya Sarimukti yang 2,5 tahun bisa sampai 3 tahun," tandasnya.


Editor : JakaPermana