Kadinsos Pensiun, Tapi Data Masih diperbaiki
Kadinsos Kabupaten Cirebon, Iis Krisnandar per awal bulan Oktober ini resmi pensiunan. Namun dirinya secara terang-terangan mengakui masih banyak perbaikan data yang harus diselesaikan segera.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Cirebon - Kadinsos Kabupaten Cirebon, Iis Krisnandar per awal bulan Oktober ini resmi pensiunan. Namun dirinya secara terang-terangan mengakui masih banyak perbaikan data yang harus diselesaikan segera.
Iis menyebut jika diakhir jabatannya tersebut ia tengah merintis program Sipepek.
"Ini program unggulan Dinas Sosial agar semua layanan terkait persoalan sosial di masyarakat Kabupaten Cirebon bisa tertangani dengan baik," aku Iis, Minggu 2 Oktober 2022.
Menurutnya, program Sipepek ini nantinya akan dioperasikan oleh Puskesos disetiap desa. Artinya, semua layanan mulai dari BPJS PBI, bantuan sosial dan lain-lain bisa diproses melalui aplikasi Sipepek. Kabupaten Cirebon sendiri baru melaku kita baru pilot project di tiga Kecamatan.
"Nanti kalau lancar mudah-mudahan bisa dilaksanakan disemua wilayah Kabupaten Cirebon,"ujar Iis.
Iis menjelaskan, salah satu yang harus dilakukan adalah meningkatkan pelayanan kepada masyarakat. Apalagi terkait persoalan sosial yang harus ditangani secara cepat dan tepat. Dia menilai, masalah sosial tentu akan menjadi persoalan jika tidak ditangani dengan baik dan cepat.
"Maka saya minta kepada pejabat yang masih aktif, layani masyarakat dengan baik, mumpung masih diberi kepercayaan," ungkapnya.
Iis menyebutkan, masyarakat pra sejahtera di Kabupaten Cirebon berdasarkan data dari Pusdatin Kemensos, ada sekitar 1,7 warga DTKS. Angka tersebut kemudian naik menjadi 1,8 juta jiwa dan naik menjadi 1,9 juta jiwa. Namun melalui verifikasi data, akhirnya bisa ditekan menjadi 1,6 juta jiwa.
"Persoalan yang ada itu kan akurasi data. Lah ini kenapa jumlah DTKS kita begitu banyak. Ternyata karena semua penerima bantuan sosial terinput sebagai bagian dari DTKS. Mereka ada yang menerima BLT, PKH, BPNT dan lain-lain," bebernya.
Iis menambahkan, perbaikan dan akurasi data menjadi salah satu fokus yang sedang dilakukan. Karena, jika data tidak tepat dan salah sasaran, maka persoalan sosial akan terus ada dan tidak pernah selesai.
"Saat ini perbaikan data terus dilakukan dan sedang berjalan. Verifikasi pun berjalan baik mulai tingkat, desa, kecamatan sampai Kabupaten," tukasnya. (maman suharman)
Editor : Ahmad Sayuti

