Kasus Penganiayaan di Coblong, Polrestabes Bandung Tetapkan Satu Tersangka
Satreskrim Polrestabes Bandung memastikan telah terjadi tindak pidana penganiayaan yang menyebabkan seorang pria meninggal dunia di wilayah hukum Polsek Coblong.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN.ID — Satreskrim Polrestabes Bandung memastikan telah terjadi tindak pidana penganiayaan yang menyebabkan seorang pria meninggal dunia di wilayah hukum Polsek Coblong.
Kasatreskrim Polrestabes Bandung, AKBP Anton, mengatakan peristiwa tersebut diketahui berdasarkan laporan polisi pada Rabu, 29 Oktober 2025.
“Berawal dari adanya informasi dari IGD Rumah Sakit Santo Borromeus yang menyampaikan bahwa ada seseorang meninggal dunia dan dicurigai adanya dugaan tindak pidana,” ujar Anton.
Menindaklanjuti laporan tersebut, petugas dari Polrestabes Bandung bersama Polsek Coblong langsung mendatangi rumah sakit untuk melakukan pengecekan terhadap korban.
“Hasil pengecekan awal menunjukkan adanya dugaan tindak pidana. Kami kemudian melakukan penyelidikan dan penyidikan, dan memastikan telah terjadi penganiayaan yang mengakibatkan korban meninggal dunia,” jelasnya.
Korban diketahui berinisial A, lahir tahun 1974, dengan pekerjaan sebagai buruh.
Dari hasil penyelidikan, peristiwa penganiayaan dipicu oleh kesalahpahaman antara korban dan pelaku yang terjadi di kawasan Dago Atas. Akibat kesalahpahaman tersebut, pelaku melakukan pemukulan terhadap korban hingga akhirnya korban meninggal dunia.
Setelah kejadian, pelaku sempat melarikan diri ke wilayah Jakarta. Namun, polisi berhasil melakukan penangkapan dan membawa pelaku kembali ke Bandung.
“Saat ini pelaku sudah kami amankan dan ditahan di Unit Reskrim Polsek Coblong untuk proses penyelidikan lebih lanjut,” tambah Anton.
Terkait luka yang dialami korban, Anton menyampaikan berdasarkan hasil otopsi ditemukan sejumlah luka berat, terutama di bagian kepala.
“Ada beberapa luka, yang paling parah di bagian kepala, yaitu di daerah dahi, bibir, dan pipi. Luka-luka tersebut menyebabkan pendarahan di kepala yang mengakibatkan korban meninggal dunia,” jelasnya.
Kasus ini masih dalam penanganan pihak kepolisian guna pendalaman lebih lanjut.***
Editor : JakaPermana


