Kasus Penyerangan Rumah Dokter di Indramayu, Oknum Kades Akhirnya Minta Maaf Usai Penganiayaan Suami Korban

Oknum kades yang melakukan penyerangan ke rumah dokter di Indramayu akhirnya minta maaf.

Kasus Penyerangan Rumah Dokter di Indramayu, Oknum Kades Akhirnya Minta Maaf Usai Penganiayaan Suami Korban

INILAHKORAN - Kasus penyerangan rumah dokter Irma Fitriasari di Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, akhirnya menemukan titik terang setelah seorang oknum kepala desa yang terlibat dalam insiden tersebut datang langsung untuk meminta maaf.

Aksi penyerangan yang juga berujung pada penganiayaan terhadap suami korban, dokter Baskar, terjadi pada Kamis (23/10/2025) di kawasan Desa Anjatan Baru, Kecamatan Anjatan.

Peristiwa bermula ketika spion mobil milik dokter Irma dirusak oleh seorang perangkat desa, sehingga korban berusaha mengejar pelaku hingga tiba di rumahnya. Namun, situasi memanas saat sekelompok orang kemudian mendatangi rumah dokter Irma dan menganiaya suaminya secara bersama-sama.

Akibat kejadian itu, dokter Baskar mengalami luka di beberapa bagian wajah, seperti pipi kanan, kening kiri, dan belakang telinga. Polisi pun bergerak cepat dan telah mengamankan lima orang terduga pelaku dengan inisial R (42), H (45), S (41), SU (53), dan T (47) yang seluruhnya merupakan warga Anjatan.

Belakangan, insiden tersebut kembali menjadi perhatian publik setelah dokter Irma mengunggah video ke akun TikTok pribadinya, @iermafitriasari, yang menampilkan momen permintaan maaf dari oknum kepala desa.

Dalam video itu, sang kepala desa tampak duduk di dekat seorang polisi dan menyampaikan penyesalan atas tindakannya yang telah merugikan keluarga dokter Irma.

“Ada kesalahpahaman, ada omongan yang kurang berkenan. Saya minta maaf sebesar-besarnya atas nama pribadi dan masyarakat Desa Anjatan Baru,” ucapnya.

Ia juga berharap agar dokter Irma dan suaminya dapat memaafkan perbuatannya.

“Saya salah, saya akui masyarakat saya salah, dan saya juga salah. Mudah-mudahan permintaan maaf kami diterima,” tambahnya.

Kasus ini sempat mengundang perhatian luas lantaran melibatkan tenaga kesehatan sebagai korban. Bupati Indramayu Lucky Hakim menegaskan bahwa proses hukum akan dijalankan secara transparan dan meminta aparat kepolisian mengusut tuntas penganiayaan terhadap dokter Irma dan suaminya.


Editor : Firda Rachmawati