Kasus YTR Terungkap, Eks Istri Taufik Hidayat Pernah Alami Perlakuan Serupa

Terunkapnya kasus penganiayaan dan penyekapan terhadap YTR rupanya terjadi juga terhadap mantan istri tersangka Taufik HIdayat

Kasus YTR Terungkap, Eks Istri Taufik Hidayat Pernah Alami Perlakuan Serupa
Kabid Humas Polda Jabar, Kombes Pol Hendra Rochmawan ungkap mantan istri Taufik Hidayat pernah alami perlakuan serupa namun tak separah YTR. Foto Agus Satia Negara

INILAHKORAN.ID - Penanganan kasus penyekapan dan penganiayaan yang menimpa YTR di wilayah Kabupaten Bandung kembali terungkap, seiring dengan intensifnya upaya penyidikan yang dilakukan kepolisian hingga menjangkau lingkar terdekat tersangka. 

Pihak kepolisian diketahui tengah melakukan pemeriksaan terhadap mantan istri dari Taufik Hidayat, terduga pelaku yang saat ini masih buron untuk membongkar fakta-fakta tersembunyi.

Termasuk, mengonfirmasi dugaan kuat pola kekerasan yang dilakukan tersangka bukanlah peristiwa tunggal yang hanya dialami oleh satu korban saja.

Kabid Humas Polda Jawa Barat, Kombes Pol Hendra Rochmawan menjelaskan, pemanggilan dan pemeriksaan terhadap sejumlah saksi kunci merupakan langkah krusial yang diambil untuk membuka selubung misteri di balik kasus yang mengundang keprihatinan publik ini. 

"Dari hasil pemeriksaan awal terhadap mantan istri tersangka yang sudah lama berpisah, terungkap fakta yang bersangkutan ternyata pernah mengalami perlakuan yang serupa," kata Hendra di Cisarua, Kabupaten Bandung Barat (KBB), Selasa (23/6/2026).

Meskipun secara intensitas dan tingkat keparahan tidak seberat apa yang kini dialami oleh YTR, ungkap Hendra, hal ini menjadi petunjuk penting yang memperkuat dugaan adanya pola perilaku kekerasan berulang dari pelaku.

"Yang kami temui ini mantan istrinya yang lama sudah putus, itu yang sedang kita konfirmasi dan dia juga diperlakukan yang sama, tapi tidak separah yang ini," ungkapnya.

Di tengah berjalannya proses pengumpulan bukti dan keterangan saksi, lanjut Hendra, fokus kepolisian tetap terarah pada upaya pengejaran aktif terhadap Taufik Hidayat yang hingga saat ini belum berhasil diamankan. 

Ia menyebut tim penyidik terus bekerja tanpa henti untuk mengidentifikasi berbagai lokasi yang diduga menjadi tempat persembunyian pelaku, meskipun rincian teknis operasional tidak dapat diungkapkan secara terbuka demi menjaga keberhasilan misi penangkapan.

"Secara teknis tidak bisa kami sampaikan, sudah diidentifikasi tapi kita lakukan penyelidikan," ujarnya.

Untuk memaksimalkan gerak cepat dan efektivitas pengejaran, terang Hendra, pihak kepolisian telah mengambil langkah strategis dengan secara resmi membentuk sebuah tim khusus yang bersifat gabungan dari berbagai unsur satuan kerja. 

Ia berharap, pembentukan tim ini bisa mempercepat penelusuran jejak serta mempersempit ruang gerak pelaku agar tidak lama lagi dapat segera ditangkap dan dihadapkan pada proses hukum yang adil dan transparan.

"Sudah, kita membentuk tim khusus, gabungan, In syaa Allah kita doakan semoga segera terungkap," ujarnya.

Sementara itu, meskipun fakta mengenai perlakuan serupa terhadap mantan istri tersangka telah terungkap dalam proses penyidikan, Hendra menegaskan, hingga saat ini pihak kepolisian belum menerima adanya laporan resmi yang tertulis terkait dugaan adanya wanita lain yang menjadi korban penganiayaan dari pelaku yang sama. 

"Kalau secara administrasi hukum, baru satu laporan resmi yang sah diterima, yakni yang berasal dari pihak korban YTR," ujarnya.

Oleh karena itu, pihaknya tetap membuka ruang seluas-luasnya dan menanti keberanian pihak lain yang mungkin pernah mengalami nasib serupa untuk melaporkan diri, sehingga keadilan dapat ditegakkan secara menyeluruh tanpa ada yang terlewat.

"Sementara ini identifikasi korban sampai saat ini masih satu. Kalau korban yang lain, kami masih menunggu apakah ada korban yang bersangkutan juga, kita tunggu laporannya," tandasnya.


Editor : Ahmad Sayuti