Kawasan Makam Sunan Gunung Jati Mulai Tertata

Penataan kawasan Makam Sunan Gunung Jati Kabupaten Cirebon menunjukkan perkembangan positif. Meski tidak banyak berubah secara fisik, area makam kini terlihat lebih rapi dan tertib. Terbebas dari peminta-minta.

Kawasan Makam Sunan Gunung Jati Mulai Tertata

INILAHKORAN, Cirebon – penataan kawasan makam sunan gunung jati Kabupaten CIrebon menunjukkan perkembangan positif. Meski tidak banyak berubah secara fisik, area makam kini terlihat lebih rapi dan tertib. Terbebas dari peminta-minta.

Kotak amal memang masih berjajar dari pintu masuk hingga ke atas. Namun sudah tidak lagi dijaga secara langsung. Yang cukup mencolok, keberadaan sejumlah petugas dari unsur Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) dan aparat kepolisian di sekitar area makam.

Kehadiran mereka bertujuan menjaga kenyamanan dan keamanan para peziarah, sekaligus menertibkan keberadaan pengemis di kawasan tersebut.

Kepala Satpol PP Kabupaten CIrebon, Imam Ustadi mengaku, penertiban ini sudah dilakukan sejak Juni 2025 atas arahan Bupati Cirebon, Ketua DPRD, serta Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) bersama perangkat desa dan pihak Keraton.

"Penertiban ini dilakukan agar para peziarah merasa nyaman dan tidak terganggu. Para pengemis kami minta untuk tidak berada di area makam, karena menimbulkan ketidaknyamanan," kata Imam, Kamis 11 September 2025.

Dia mengaku, hingga kini penjagaan masih berlangsung. Satpol PP sendiri secara rutin menurunkan delapan personel setiap harinya. Penjagaan difokuskan pada titik-titik strategis, termasuk area depan dan bagian dalam kompleks makam.

Pihaknya juga telah mendirikan posko di sekitar kawasan untuk mendukung kegiatan pengamanan. Terkait sampai kapan penjagaan ini akan berlangsung, Imam mengatakan belum ada tenggat waktu yang pasti.

"Ini proses jangka panjang. Yang penting saat ini adalah menjaga ketertiban dan kenyamanan. Kami berharap kesadaran masyarakat juga tumbuh untuk menjaga kesakralan dan kenyamanan area makam," ucapnya

Dia menambahkan, pasca penertiban terang Imam, sejumlah tokoh dan pejabat telah mengunjungi area makam. Termasuk Bupati Kuningan dan perwakilan dari kementerian, yang turut mengapresiasi perubahan positif di kawasan tersebut.

"Penertiban dan penataan ini merupakan kolaborasi antara pemerintah daerah, keraton, Forkopimda, dan Pemerintah Desa Astana. Ini sebagai bentuk perhatian terhadap pelestarian nilai budaya dan religi di Cirebon," tukasnya. (maman suharman)  


Editor : Ahmad Sayuti